Tentang Metafisika

Metafisika Center

 

Nama Lembaga: Metafisika Center di Singkat Em Ce.

Pengertian  Lembaga: Metafisika center adalah sebuah Lembaga Kajian,  Pendidikan,   Penelitian, Training,  Gerakan, dan Pemberitaan hal-hal yang berkaitan dengan dimensi metafisika , khususnya adalah metafisika islami (tasawuf).

Status Lembaga: Metafisika Center adalah sebuah Lembaga yang berada di bawah binaan Yayasan Dr.Soetomo (Jakarta) dan Yayasan Pondok Pesantren Daru Ulil Albab Nganjuk.

Pendirian  Lembaga : Metafisika Center didirikan oleh Dr.R.H. Soetomo (Jakarta) dan DR.KH.Kharisudin Aqib, M.Ag. (Nganjuk-Jawa Timur) pada hari Ahad, tanggal 17 Juni 2007 di Jakarta. Dengan louncing sittus metafisika perdana tanggal 17 Juli 2007 dari kantor Metafisika Center di Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab Kelutan-Ngronggot-Nganjuk.

Pengasuh dan Nara Sumber : KH.DR.Kharisudin Aqib, M.Ag.Pengasuh Pesantren terpadu Daru Ulil Albab, Kelutan-Ngronggot-Nganjuk-Jawa Timur, sekaligus sebagai Mursyid Thoriqoh Qadiriyah wan Naqsyabandiyah,

Visi : Menjadi Pusat Kajian Metafisika Islam Tingkat Dunia  yang Penuh Berkah.

Misi ;  Menyelenggarakan pendidikan,penelitian, pelatihan dan pemberitaan hal-hal yang berkait dengan metafisika islam.

Unit Binaan;

  1. Lembaga pendidikan formal yang berbentuk ma’had ‘aliy (Pesantren Tinggi) dengan spesifikasi kajian filsafat tasawuf.
  2. Lembaga pendidikan non formal, berupa halaqah-halaqah (kajian klasikal), bidang metefisika. Khususnya yang islami (tasawuf) dan ilmu-ilmu hikmah.
  3. Lembaga pendidikan informal, berupa  kegiatan  jama’ah pengamal tarekat dan ilmu-ilmu hikmah keislaman.
  4. Lembaga penelitian dan pengembangan .
  5. Lembaga Training dan pelatihan-pelatihan.
  6. Lembaga penerbitan dan pemberitaan.

Unit Binaan yang telah dan Siap berjalan;

  1. Khususiyah rutin Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsyabandiyah; setiap senen pagi.
  2. Manaqiban dan fida’an setiap senen wage pagi.
  3. Manaqiban dan Khususiyah rutin Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsyabandiyah; setiap kamis sore.
  4. Manaqiban dan pengajian kitab Al-Anwarul Qudsiyah Setiap Mujahadah Khususiyah kamis sore
  5. Mujahadah dan Bai’atan Thoriqah Qadiriyah wan Naqsyabandiyah setiap minggu terakhir kalender masehi   sore hari.
  6. Pembukaan Web site (situs metafisika islami), online 24 jam  internet dengan alamat;.www.metafisika-center.org.
  7. Membuka konsultasi  metafisika islam (tasawuf dan thariqat) secara;  langsung, milles, atau  surat.

Ilmu Metafisika

    1. Pengertian.

Ilmu Metafisika, secara bahasa terdiri dari tiga asal kata, yaitu; ilmu, meta dan fisika.

 Ilmu berasal dari bhs Arab  ‘ilm yang semakna dengan kata pengetahuan, knowladge (bhs Inggris). Sedangkan dalam pengertian yang lebih modern, ilmu berarti science.Yakni suatu pengetahuan yang telah terdiskripsikan dalam suatu paradigma yang sama, dengan obyek yang impiris, rasional dan  teruji.

Metafisika, berasal dari kata meta yang berarti di luar, atau di balik sesuatu. Sedangkan fisika adalah sesuatu yang kasat mata atau indrawi.   Sehingga yang dimaksud dengan ilmu metafisika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan hal-hal yang berada di luar jangkauan alat-alat indrawi. Seperti tentang;   Tuhan, jiwa, malaikat, jin, iblis, surga, neraka, semua hal yang berkait dengan kehidupan akhirat (eskatologis). Akan tetapi fokus kajian metefisika center adalah metafisika islami  yang menjadi istilah baku adalah ilmu tasawuf.

B.     Ruanglingkup Pembahasan

Kajian metafisika berputar di sekitar  ;

Kajian ontologis  tentang ;   Tuhan, jiwa, malaikat, jin, iblis, surga, neraka, semua hal yang berkait dengan kehidupan akhirat  (eskatologis).

Kajian epistimologis aksiologis tentang; ilmu hikmah, kanuragan, dan tehnologi metafisika.

Sedangkan ilmu bantu yang sangat dibutuhkan adalah tehnologi informatika,fisika,kimia, dan optika tingkat tinggi.

C.    Metafisika Islam.

Di dalam ajaran agama islam seluruhnya terikat pada doktrin metafisika.

Yakni keyakinan akan kemaha esaan Allah dan kerasulan Muhammad saw.  Yang selanjutnya terjabarkan dalam enam rukun iman, lima rukun islam dan satu rukun ihsan.

Ilmu yang membahas tentang enam rukun iman terdiskripsikan dalam ilmu yang disebut dengan ilmu tauhid. Dan pada perkembangan selanjutnya disebut dengan ilmu kalam. Dalam kajian tauhid atau kalam metafisika islam dibahas dengan pendekatan logika  dengan dasar (dalil) dogtrin (dalil naqli), dan rasio (dalil ‘aqli).

Ilmu yang membahas tentang lima rukun islam terdiskripsikan ke dalam ilmu yang mandiri yang disebut dengan ilmu syari’at atau ilmu fiqh. Dalam kajian ini diatur mengenai apa yang harus dikerjakan oleh  seorang muslim  dalam kaitannya dengan doktrin metafisikanya. Kajian metafisika disini didekati dengan pendekatan praktis, tektual dan rasional.

Sedangkan kajian khusus tentang dimensi ihsan, terdiskripsikan dalam ilmu yang disebut dengan ilmu tashowuf. Dalam kajian ini obyek kajian metafisika didekati secara batini (metafisik)