Selamat Tahun Baru 1433 hijriyah

Menengok Masa Lalu, untuk memperbaiki Masa Depan

Oleh: Kharisudin Aqib al-Faqir.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

 

Para pembaca yang budiman !,

 

Kita berada di awal tahun baru 1433 H. seharusnya kita bersyukur kepada Allah swt, atas karunia hidup yang telah diberikan oleh-Nya selama ini. Kita dapat menggunakan berbagai macam fasilitas hidup di dunia ini dengan gratis dan Cuma-Cuma. Kita dapat menghirup udara segar setiap hari dengan jumlah yang tak terbilang lagi dengan gratis. Semua bahan makanan telah disiapkan oleh Allah di sekitar kita, dekat sekali dengan tempat kita di muka bumi ini juga. Sistem kekekalan tubuh dan kesehatan yang telah diatur oleh Allaoh dengan aturan yang sangat canggih. Dan berbagaimacam nikmat dan karunia yang tak mungkin kita hitung saking banyaknya.

 

Allah, yang rahmaan dan rahiim, menitahkan kita hidup di muka bumi ini juga membekali manusia dengan aturan atau syari’at, yang dengan mematuhi aturan tersebut, manusia dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat. Buku aturan tersebut adalah kitab suci, dan untuk pereode kerasulan yang terakhir kitab suci tersebut disebut al-Qur’an.

 

Allah  swt, memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk senantiasa menengok dan memperhatikan masa lalunya untuk kehidupan masa depannya. Sebagaimana firman-Nya;

يا ايهالذين امنوااتقوا الله, ولتنظر نفس ماقدمت لغد.و اتقوا الله   ان الله خبير بما تعملون.

 

Artinya; “Wahai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kalian kepada Allah, dan hendaknya setiap diri memperhatikan masa lalunya untuk masa depannya. Bertaqwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian sedang kerjakan”.  Al-Hasyr (59):18.

 

Sekarang kita berada di awal tahun baru hijriah 1433  H. Tahun baru bagi umat Islam. Kebiasaan masyarakat merayakan tahun baru sebagai peristiwa yang penuh hura-hura, pelampiasan hawa nafsu hidonistik. Seharusnya kita berikan introspeksi, bahwa tahun baru harus merupakan langkah baru, setrategi dan semangat baru untuk dapat hidup lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan mengoreksi kekurangan dan kesalahan tahun sebelumnya. Minimal tidak akan terulangnya keterperosokan dan kerugian di masa lalu. Karena seorang mukmin yang bijak tidak akan terjerumus dalam satu lubang dua kali.

 

Di samping sebagai awal melangkah dengan semangat dan strategi baru, perayaan tahun baru juga harus dijadikan sebagai sarana instrospeksi, bahwa dengan bertambahnya usia, adalah berkurangnya jatah dan ketetapan umur kita. Umur yang telah ditetapkan oleh Allah untuk kita semakin hari akan semakin habis. Dan manusia tidak diberi tahu berapa jatah umurnya dan sampai hari apa dan di mana usianya harus berakhir. Semua dirahasiakan Allah, agar manusia senantiasa waspada dan senantiasa selalu menjaga ketaatannya kepada Allah. Agar ketika ia harus kembali kehadirat-Nya, kembali dalam keadaan ingat, ta’at dan bahkan rindu kepada Allah. Inilah yang disebut dengan husnul khotimah.

 

Pengasuh metefisika center mengajak, untuk tujuan meninggikan kalimat Allah dan meratakan rahmat-Nya bagi seluruh alam. Untuk memanfa’atkan moment tahun baru ini lebih giat dalam membina hubungan dan komunikasi dengan Allah, -dengan tekun beribadah dan mujahadah- dan beramal sosial yang lebih maksimal.

Semoga semua upaya kita dirdloi oleh Allah swt. Amin.

Posted on by admin Posted in Uncategorized

Add a Comment