Menyibak Hikmah di Balik Ajaran Kurban
Oleh; Kharisudin Aqib.[1]
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر,. الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر,. الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر
لآاله الا الله , الله اكبر , الله اكبر ولله الحمد.
الحمد لله , الحمد لله الذي أمرنا بالصلاة والنحر. وأرشد نا بالأضحية والقربان لتظهير الشكر. أشهد أن لآاله الا الله, وحده لاشريك له, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك علي سيد نا ومولنا محمد صلى الله عليه وسلم سيد الجن والأنام. وقال الله تعالى فى القران الكريم: أعوذ بالله من السيطان الرجيم : لن ينال الله لحومها ولا د ماؤها ولكن يناله التقوى منكم. أما بعد: فيائيها الناس, اتقوا الله , اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وأنتم مسلمون.
الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد
Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !
Kita bersyukur kepada Allah, karena kita masih diberi kesempatan menghirup udara segar di pagi hari yang penuh dengan berkah ini. Yakni hari raya Adlha. (Hari Raya Penyembelihan binatang kurban). Sebagai wujud konkrit syukur kita kepada Allah, marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah. Dalam arti yang sebenar-benarnya. Yakni menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya.
الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد
Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !
Berkurban merupakan ajaran yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Berkurban dalam arti menyembelih binatang ternak dalam rangka memenuhi perintah Allah dan meratakan rahmat Allah kepada sesama manusia. Sebagaimana firman-Nya;
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم: انا أعطيناك الكوثر, فصل لربك وانحر , ان شانئك هو الأبتر. (الكوثر :1-3).
“Sungguh Kami telah memberimu nikmat bagai telaga kautsar (yang banyak), maka sholatlah karena Tuhanmu dan sembelihlah (binatang kurban), sesungguhnya orang yang memusuhimu dia yang akan terputus (generasinya)”.
Sedemikian pentingnya kurban, sehingga Nabi juga menyatakan;
من وجد سعة فلم يضح فلا يقربن مصلانا . رواه أحمد وابن ماجاه.
“Barangsiapa yang memiliki keluasan rizki, kemudian tidak mau berkurban, maka tidak usahlah ia mendekati musholla ku ini”.
الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد
Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !
Penekanan Islam terhadap ajaran berkurban, sehingga harus ada hari raya kurban, tentu tidak semata-mata karena ritual. Islam adalah agama rasional, Islam agama modern, sehingga seluruh ajarannya senantiasa memiliki rasionalitas yang tinggi. Termasuk di dalamnya adalah ajaran kurban. Dalam ajaran ibadah kurban ada nilai-nilai ritual – transendental (ta’abbudi), dan ada nilai-nilai rasionalitasnya (ta’aqquliy). Kedua-duanya harus dipenuhi dalam pelaksanaan ibadah kurban.
الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد
Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !
Ajaran kurban adalah, pengabadian pengorbanan agung yang dilakukan oleh hamba-hamba pilihan dan kekasih Allah. Hamba Allah yang benar-benar memiliki monoloyalitas dan kecintaan murni kepada Allah. Yakni seorang ayah yang rela mengorbankan anak yang sangat dicintainya demi melaksanakan perintah Allah. Seorang ibu yang sangat patuh kepada suami dan pasrah kepada Allah sehingga rela mengorbankan anak satu-satu karena Allah semata. Serta seorang anak shaleh yang sangat patuh kepada kepada orang tuanya yang ia yakini sebagai melaksanakan perintah Allah. Itulah Ibrahim kekasih Allah, sayyidah Hajar dan Ismail Nabiyullah. Miniatur dari pengorbanan mereka itulah yang disyari’atkan kepada umat Islam, yakni mengorbankan binatang ternak. Sebagai bukti syukur dan baktinya kepada Allah.
الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد
Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !
Mengapa harus binatang ternak ?. Itulah mungkin yang menjadi pertanyaan kita. Memang sebenarnya pengorbanan bukan dinilai pada materialnya. Akan tetapi penilaian pengorbanan terfokus pada niatan dan sikap mental kita dalam berkurban. Allah swt. Berfirman;
لن ينال الله لحومها ولا د ماؤها ولكن يناله التقوى منكم. الحج :37
“Allah tidak akan menerima daging-daging dan darah kurban, tetapi yang diterima Allah adalah ketaatan dari kalian”.
Sedangkan bentuk-bentuk formal (syar’i) kurban , seperti binatang tertentu atau waktu-waktu tertentu adalah simbol-simbol dan isyarat-isyarat yang penuh dengan makna (hikmah), yang seharusnya dapat dipetik oleh umat Muhammad,manusia modern dan rasional ini. Karena itulah ! pesan Allah untuk kita.
الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد
Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !
Ajaran islam menetapkan, bahwa ibadah kurban dengan cara menyembelih binatang ternak (binatang jinak, misalnya; unta, sapi, kerbau, dan kambing), khusus. Bukan dengan pengorbanan harta benda yang lain. Ini adalah simbolisasi dan pesan moral secara khusus dari Allah Dzat yang Maha Pencipta kepada umat manusia, yang kebanyakan bermental rendah, yakni mental kebinatang jinakan (bahimiy).
Mental kebinatang jinakan itu adalah orientasi hidup sebagaimana binatang jinak yang hanya mengejar kenikmatan badani; seperti makan, minum, hura-hura dan sek. Itulah orientasi dominan dalam kehidupan kebanyakan manusia yang harus dikorbankan (disembelih) Selanjutnya dijadikan kendaraan ruhani menuju ridlo ilahi.
الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد
Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !
Kaum muslimin hendaknya memegang prinsip dan komitmen, atas pengorbanan nafsu kebinatang jinakannya. Ia harus sadar bahwa hidup ini merupakan perjalanan panjang menuju Allah. Jika seseorang dalam hidupnya hanya berorientasi pada kepenting kebinatang janakan, sperti niatan hidup untuk menuju kepentingan makan, minum, tidur dan sek, maka dia berarti akan menjadikan dirinya sebagai binatang jinak secara maknawi. Walaupun wujud lahirnya adalah manusia. Maka jadilah ia sebagai manusia bermental kambing, sapi, kerbau, ayam dll. Jika seseorang sampai mati masih didominasi oleh nafsu kebinatang jinakan, maka ia akan bangkit di hari kemudian dalam wujud maknawi jiwanya tersebut. Sehingga ada orang yang berkepala kerbau, sapi, kambing atau harimau dll.
Demikian juga halnya, orang beriman yang melaksanakan ibadah kurban dengan ikhlas hati dan memenuhi persyaratan syar’I, maka akan mendapatkan kendaraan-kendaraan padang mahsyar yang berupa jiwa-jiwa kebinatangan yang telah terbebaskan. Kendaraan ini sangat berarti untuk perjalanan menuju tempat kembali pada sumber kenikmatan abadi (surga yang dijanjikan).
الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد
Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !
Menyembelih bukan berarti mematikan jiwa . Karena jiwa tidak dapat mati. Menyembelih berarti mentransfer jiwa ke alam ruhaniah, sehingga jiwa dapat terbebaskan dari ikatan dan belenggu badan. Sehingga jiwa kebinatangjinakan (jiwa kambing, atau sapi, atau yang lain) dapat dikendarai menuju Tuhan melalui taman-Nya yang indah (surga). Makan, minum, tidur dan sek tetap penting, dalam rangka menjaga stamina dan generasi untuk berbakti kepada ilahi. Makan, minum, tidur dan sex bukan tujuan untuk memuaskan dan menggemuk nafsu kebinatangjinakan, tetapi sarana untuk mencari ridlo Allah. Inilah diantara sekian banyak hikmah pesan moral ibadah kurban.
Hari ini kita justru diharamkan puasa, begitu juga tiga hari setelah ini. Oleh karena itu marilah kita atur makan dan minum kita dengan niatan menjaga kekuatan dan kesehatan badan sehingga dapat melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah. Kita istirahatkan badan dengan tidur agar kita dapat beribadah kepada Allah dengan baik. Kita salurkan nafsu sex kita sesuai dengan ketetapan Allah, dalam rangka mencari ridlo Allah.
الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد
Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !
Demikian khuthbah yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfa’at untuk memupuk keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.
اذاجاء نصر الله والفتح . ورأيت الناس يد خلون فى د ين الله أفواجا, فسبح بحمد ربك واستغفره انه كان توابا. وقل ربي اغفر وارحم وأنت خير الراحمين
الله اكبر X9 لا إ له الا الله الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
الحمد لله شكرا على ما انعم, أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له كما امر والزم. واشهد ان محمدا عبده ورسوله شهادة من امن به واسلم, وحا د من كفر به, واوغلم, أللهم صل على محمد, صلى الله عليه وعلى اله ما اضاء دهر واظلم واعلى فحا لهم يوم الشفاعة واكرم , وسام تسليما كثيرا: اما بعد , فياايها الناس….. اتقوالله, ان الله امركم بامره بداء فيه بنفسه, وثنى بملا ئكته, وايته با المؤمنين من عباده, فقال عز من قائل : ان الله وملائكته يصلون على النبى, ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على محمد, اللهم صل على ملئكتك المقربين, وانبيائك والمرسلين, واهل طاعتك اجمعين, واجعلنا منهم وارحمنا برحمتك ياارحم الراحمين. اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات انك سميع قريب مجيب الدعوات, اللهم اعزالإسلام والمسمين وانصر عساكره, الى يوم الدين, ووسع على عباد تك على عبادك المقلين من امة محمد صلى الله عليه وسلم اجمعين. اللهم اصلح احوالنا, وبلغ مما يرضيك امالنا, واحتم بالصالحات اعمالنا وباالحسنى والسعاده اجالنا, وتوفنا وانت راض عنا, ربنا اتنا فىالدنيا حسنه وفىالاخرت حسنة وقنا عذاب النار,
عبادالله, ان الله يأمر بالعد ل والاحسان, وايتاء ذي القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر, ولذ كرالله اكبر.
[1] Penulis adalah Dekan Fakultas Adab, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan
Pengasuh PP.Daru Ulil Albab Kelutan-Ngronggot-Nganjuk

