<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Metafisika Center</title>
	<atom:link href="http://metafisika-center.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://metafisika-center.org</link>
	<description>The Methapysics - News - Study - Training And Research</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 02:45:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Dokumentasi Kegiatan All in One</title>
		<link>http://metafisika-center.org/dokumentasi-kegiatan-all-in-one.html</link>
		<comments>http://metafisika-center.org/dokumentasi-kegiatan-all-in-one.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 22:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metafisika-center.org/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum wr wb Tidak terasa saat ini kita sudah memasuki tahun 2012 masehi, tentu banyak suka duka yang kita hadapi&#8230;..bagi para netter yang berbahagia yang senantiasa setia dengan website kami berikut link yang akan membawa anda untuk melihat kegiatan &#8211; kegiatan yang telah dilaksanakan di Yayasan Pondok Pesantren Daru Ulil Albab ( YPP DUA) Kelutan Ngronggot Nganjuk, Silahkan Mengikuti Tautan Berikut Klik DI Sini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr wb</p>
<p>Tidak terasa saat ini kita sudah memasuki tahun 2012 masehi, tentu banyak suka duka yang kita hadapi&#8230;.<span id="more-367"></span>.bagi para netter yang berbahagia yang senantiasa setia dengan website kami berikut link yang akan membawa anda untuk melihat kegiatan &#8211; kegiatan yang telah dilaksanakan di Yayasan Pondok Pesantren Daru Ulil Albab ( YPP DUA) Kelutan Ngronggot Nganjuk, Silahkan Mengikuti Tautan Berikut <a href="http://metafisika-center.org/galery-majdzub"><strong>Klik DI Sini</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metafisika-center.org/dokumentasi-kegiatan-all-in-one.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru 1433 hijriyah</title>
		<link>http://metafisika-center.org/selamat-tahun-baru-1433-hijriyah.html</link>
		<comments>http://metafisika-center.org/selamat-tahun-baru-1433-hijriyah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 11:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metafisika-center.org/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Menengok Masa Lalu, untuk memperbaiki Masa Depan Oleh: Kharisudin Aqib al-Faqir. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته. &#160; Para pembaca yang budiman !, &#160; Kita berada di awal tahun baru 1433 H. seharusnya kita bersyukur kepada Allah swt, atas karunia hidup yang telah diberikan oleh-Nya selama ini. Kita dapat menggunakan berbagai macam fasilitas hidup di dunia ini dengan gratis dan Cuma-Cuma. Kita dapat menghirup udara segar setiap hari dengan jumlah yang tak terbilang lagi dengan gratis. Semua bahan makanan telah disiapkan &#8230; <a href="http://metafisika-center.org/selamat-tahun-baru-1433-hijriyah.html" >&#8594;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 align="center">Menengok Masa Lalu, untuk memperbaiki Masa Depan</h2>
<p align="center">Oleh: Kharisudin Aqib al-Faqir.</p>
<h2 style="text-align: center;" dir="RTL"><strong>السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.</strong></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para pembaca yang budiman !,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kita berada di awal tahun baru 1433 H. seharusnya kita bersyukur kepada Allah swt, atas karunia hidup yang telah diberikan oleh-Nya selama ini. Kita dapat menggunakan berbagai macam fasilitas hidup di dunia ini dengan gratis dan Cuma-Cuma. Kita dapat menghirup udara segar setiap hari dengan jumlah yang tak terbilang lagi dengan gratis. Semua bahan makanan telah disiapkan oleh Allah di sekitar kita, dekat sekali dengan tempat kita di muka bumi ini juga. Sistem kekekalan tubuh dan kesehatan yang telah diatur oleh Allaoh dengan aturan yang sangat canggih. Dan berbagaimacam nikmat dan karunia yang tak mungkin kita hitung saking banyaknya.<span id="more-345"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Allah, yang rahmaan dan rahiim, menitahkan kita hidup di muka bumi ini juga membekali manusia dengan aturan atau syari’at, yang dengan mematuhi aturan tersebut, manusia dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat. Buku aturan tersebut adalah kitab suci, dan untuk pereode kerasulan yang terakhir kitab suci tersebut disebut al-Qur’an.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Allah  swt, memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk senantiasa menengok dan memperhatikan masa lalunya untuk kehidupan masa depannya. Sebagaimana firman-Nya;</p>
<p><strong>يا ايهالذين امنوااتقوا الله, ولتنظر نفس ماقدمت لغد.و اتقوا الله   ان الله خبير بما تعملون.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya; “Wahai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kalian kepada Allah, dan hendaknya setiap diri memperhatikan masa lalunya untuk masa depannya. Bertaqwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian sedang kerjakan”.  Al-Hasyr (59):18.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekarang kita berada di awal tahun baru hijriah 1433  H. Tahun baru bagi umat Islam. Kebiasaan masyarakat merayakan tahun baru sebagai peristiwa yang penuh hura-hura, pelampiasan hawa nafsu hidonistik. Seharusnya kita berikan introspeksi, bahwa tahun baru harus merupakan langkah baru, setrategi dan semangat baru untuk dapat hidup lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan mengoreksi kekurangan dan kesalahan tahun sebelumnya. Minimal tidak akan terulangnya keterperosokan dan kerugian di masa lalu. Karena seorang mukmin yang bijak tidak akan terjerumus dalam satu lubang dua kali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di samping sebagai awal melangkah dengan semangat dan strategi baru, perayaan tahun baru juga harus dijadikan sebagai sarana instrospeksi, bahwa dengan bertambahnya usia, adalah berkurangnya jatah dan ketetapan umur kita. Umur yang telah ditetapkan oleh Allah untuk kita semakin hari akan semakin habis. Dan manusia tidak diberi tahu berapa jatah umurnya dan sampai hari apa dan di mana usianya harus berakhir. Semua dirahasiakan Allah, agar manusia senantiasa waspada dan senantiasa selalu menjaga ketaatannya kepada Allah. Agar ketika ia harus kembali kehadirat-Nya, kembali dalam keadaan ingat, ta’at dan bahkan rindu kepada Allah. Inilah yang disebut dengan husnul khotimah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengasuh metefisika center mengajak, untuk tujuan meninggikan kalimat Allah dan meratakan rahmat-Nya bagi seluruh alam. Untuk memanfa’atkan moment tahun baru ini lebih giat dalam membina hubungan dan komunikasi dengan Allah, -dengan tekun beribadah dan mujahadah- dan beramal sosial yang lebih maksimal.</p>
<p>Semoga semua upaya kita dirdloi oleh Allah swt. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metafisika-center.org/selamat-tahun-baru-1433-hijriyah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecerdasan Integral</title>
		<link>http://metafisika-center.org/306.html</link>
		<comments>http://metafisika-center.org/306.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 01:07:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metafisika-center.org/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[  Kecerdasan Integral (Spiritual, emosional dan intelektual secara terpadu)     Oleh; Kharisudin Aqib. &#160; &#160; Bab I Pendahuluan Manusia sebagai makhluk sosial, diciptakan oleh Allah memiliki kecenderungan untuk hidup berkelompok, bersuku-suku dan berbangsa adalah untuk saling berkenalan dan saling mengerti.[1] Baik dalam kelompok yang paling kecil maupun kelompok paling besar senantiasa terjadi dinamika yang pada hakekatnya adalah adalah seleksi alam untuk eksistensi sebuah kepemimpinan.Dan ujian bagi manusia mana di antara mereka yang paling baik amal perbuatannya.[2] &#160; Kepemimpinan merupakan fitrah &#8230; <a href="http://metafisika-center.org/306.html" >&#8594;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong> </strong></p>
<h1 style="text-align: center;">Kecerdasan Integral</h1>
<p align="center"><strong><span style="text-decoration: underline;">(Spiritual, emosional dan intelektual secara terpadu)</span></strong></p>
<p align="center">    Oleh; Kharisudin Aqib.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><strong>Bab I</strong></p>
<p align="center"><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Manusia sebagai makhluk sosial, diciptakan oleh Allah memiliki kecenderungan untuk hidup berkelompok, bersuku-suku dan berbangsa adalah untuk saling berkenalan dan saling mengerti.<a title="" href="#_ftn1">[1]</a> Baik dalam kelompok yang paling kecil maupun kelompok paling besar senantiasa terjadi dinamika yang pada hakekatnya adalah adalah seleksi alam untuk eksistensi sebuah kepemimpinan.Dan ujian bagi manusia mana di antara mereka yang paling baik amal perbuatannya.<a title="" href="#_ftn2">[2]</a><span id="more-306"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepemimpinan merupakan fitrah manusia yang paling dinamis. Karena manusia pada dasarnya adalah pemimpin, walaupun hanya pemimpin pengganti (<em>khalifah</em>), yakni pemimpin yang menggantikan peran tuhan dalam kehidupan di alam semesta.<a title="" href="#_ftn3">[3]</a> Setiap manusia adalah pemimpin, pemimpin bagi; dirinya sendiri, keluarganya, kelompok masyarakat, bangsa dan negaranya.<a title="" href="#_ftn4">[4]</a> Sehingga setiap manusia adalah pemimpin dan sekaligus anggota. Karena pada setiap diri ada unsur yang dominan dan ada juga unsur resesifnya, ada dorongan untuk menguasai dan menurut sekaligus.<a href="http://metafisika-center.org/kecerdasan-integral"><strong>SELANJUTNYA</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metafisika-center.org/306.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha</title>
		<link>http://metafisika-center.org/khutbah-idul-adha.html</link>
		<comments>http://metafisika-center.org/khutbah-idul-adha.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 22:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1432 hijriyah]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 2011]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul qurban]]></category>
		<category><![CDATA[sholat ied]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metafisika-center.org/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Menyibak Hikmah di Balik Ajaran Kurban Oleh; Kharisudin Aqib.[1] السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر,.  الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر,.  الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر لآاله الا الله , الله اكبر , الله اكبر ولله الحمد.  الحمد لله , الحمد لله الذي أمرنا بالصلاة والنحر. وأرشد نا بالأضحية والقربان لتظهير الشكر. أشهد أن لآاله الا الله, وحده لاشريك له, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك علي سيد نا ومولنا محمد &#8230; <a href="http://metafisika-center.org/khutbah-idul-adha.html" >&#8594;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://metafisika-center.org/wp-content/uploads/2011/11/eksekusi.jpg"><img class="aligncenter" title="eksekusi" src="http://metafisika-center.org/wp-content/uploads/2011/11/eksekusi.jpg" alt="" width="447" height="335" /></a></p>
<h1 align="center">Menyibak Hikmah di Balik Ajaran Kurban</h1>
<p align="center">Oleh; Kharisudin Aqib.<a title="" href="file:///F:/metafisika%20center/Khutbah%20idul%20adha.docx#_ftn1">[1]</a></p>
<p dir="RTL"><strong>السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</strong></p>
<h2 dir="RTL">الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر,.  الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر,.  الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر</h2>
<p dir="RTL"><strong>لآاله الا الله , الله اكبر , الله اكبر ولله الحمد.</strong></p>
<p dir="RTL"><strong> الحمد لله , الحمد لله الذي أمرنا بالصلاة والنحر. وأرشد نا بالأضحية والقربان لتظهير الشكر. أشهد أن لآاله الا الله, وحده لاشريك</strong><strong> </strong><strong>له, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك علي سيد نا ومولنا محمد صلى الله عليه وسلم سيد الجن والأنام. وقال الله تعالى فى القران الكريم: أعوذ بالله من السيطان الرجيم : لن ينال الله لحومها ولا د ماؤها ولكن يناله التقوى منكم. أما بعد: فيائيها الناس, اتقوا الله , اتقوا الله   حق تقاته ولا تموتن الا وأنتم مسلمون.<span id="more-291"></span></strong><strong></strong></p>
<p dir="RTL"><strong> </strong></p>
<p><strong>الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد </strong></p>
<p><strong>Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !</strong></p>
<p>Kita bersyukur kepada Allah, karena kita masih diberi kesempatan menghirup udara segar di pagi hari yang penuh dengan berkah ini. Yakni hari raya <em>Adlha</em>. (Hari Raya Penyembelihan binatang kurban). Sebagai wujud konkrit syukur kita kepada Allah, marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah. Dalam arti yang sebenar-benarnya. Yakni menjalankan  semua perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد</h2>
<p><strong>Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !</strong></p>
<p>Berkurban merupakan ajaran yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Berkurban dalam arti menyembelih binatang ternak dalam rangka memenuhi perintah Allah dan meratakan rahmat Allah kepada sesama manusia. Sebagaimana firman-Nya;</p>
<p dir="RTL"><strong> أعوذ بالله من الشيطان الرجيم: انا أعطيناك الكوثر, فصل لربك وانحر , ان شانئك هو الأبتر</strong>. (الكوثر :1-3).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sungguh Kami telah memberimu nikmat bagai telaga <em>kautsar</em> (yang banyak), maka sholatlah karena Tuhanmu dan sembelihlah (binatang kurban), sesungguhnya orang yang memusuhimu dia yang akan terputus (generasinya)&#8221;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedemikian pentingnya kurban, sehingga Nabi juga menyatakan;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="RTL"><strong>من وجد سعة فلم يضح فلا يقربن مصلانا</strong> . رواه أحمد وابن ماجاه.</p>
<p>“Barangsiapa yang memiliki keluasan rizki, kemudian tidak mau berkurban, maka tidak usahlah ia mendekati musholla ku ini”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد</strong></p>
<p><strong>Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !</strong></p>
<p>Penekanan Islam terhadap ajaran berkurban, sehingga harus ada hari raya kurban, tentu tidak semata-mata karena ritual. Islam adalah agama rasional, Islam agama modern, sehingga seluruh ajarannya senantiasa memiliki rasionalitas yang tinggi. Termasuk di dalamnya adalah ajaran kurban.  Dalam ajaran ibadah kurban ada nilai-nilai ritual – transendental (<em>ta’abbudi</em>), dan ada nilai-nilai rasionalitasnya (<em>ta’aqquliy</em>). Kedua-duanya harus dipenuhi dalam pelaksanaan ibadah kurban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد</strong></p>
<p><strong>Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !</strong></p>
<p>Ajaran kurban adalah, pengabadian pengorbanan agung yang dilakukan oleh hamba-hamba pilihan dan kekasih Allah. Hamba Allah yang benar-benar memiliki monoloyalitas dan kecintaan murni kepada Allah. Yakni seorang ayah yang rela mengorbankan anak yang sangat dicintainya demi melaksanakan perintah Allah. Seorang ibu yang sangat patuh kepada suami dan pasrah kepada Allah sehingga rela mengorbankan anak satu-satu karena Allah semata. Serta seorang anak shaleh yang sangat patuh kepada kepada orang tuanya yang ia yakini sebagai melaksanakan perintah Allah. Itulah Ibrahim kekasih Allah, sayyidah Hajar  dan Ismail Nabiyullah. Miniatur dari pengorbanan mereka itulah yang disyari’atkan kepada umat Islam, yakni mengorbankan binatang ternak. Sebagai bukti syukur dan baktinya kepada Allah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد</strong></p>
<p><strong>Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !</strong></p>
<p>Mengapa harus binatang ternak ?. Itulah mungkin yang menjadi pertanyaan kita. Memang sebenarnya pengorbanan bukan dinilai pada materialnya. Akan tetapi penilaian pengorbanan terfokus pada niatan dan sikap mental kita dalam berkurban. Allah swt. Berfirman;</p>
<p dir="RTL"> <strong> لن ينال الله لحومها ولا د ماؤها ولكن يناله التقوى منكم</strong>. الحج :37<strong></strong></p>
<p><strong>“</strong>Allah tidak akan menerima daging-daging dan darah kurban, tetapi yang diterima Allah adalah ketaatan dari kalian”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedangkan bentuk-bentuk formal (<em>syar’i</em>) kurban , seperti binatang tertentu atau waktu-waktu tertentu  adalah simbol-simbol dan isyarat-isyarat yang penuh dengan makna (<em>hikmah</em>), yang seharusnya dapat dipetik oleh umat Muhammad,manusia  modern dan rasional ini. Karena itulah ! pesan Allah untuk kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد</strong></p>
<p><strong>Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !</strong></p>
<p>Ajaran islam menetapkan, bahwa ibadah kurban dengan cara menyembelih binatang ternak (binatang jinak, misalnya; unta, sapi, kerbau, dan kambing), khusus. Bukan dengan pengorbanan harta benda yang lain. Ini adalah simbolisasi dan pesan moral secara khusus dari Allah Dzat yang Maha Pencipta kepada umat manusia, yang kebanyakan bermental rendah, yakni mental kebinatang jinakan (<em>bahimiy</em>).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mental kebinatang jinakan itu adalah orientasi hidup sebagaimana binatang jinak yang hanya mengejar kenikmatan badani; seperti makan, minum, hura-hura dan sek. Itulah orientasi dominan dalam kehidupan kebanyakan manusia yang harus dikorbankan (disembelih) Selanjutnya dijadikan kendaraan ruhani menuju ridlo ilahi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد</strong></p>
<p><strong>Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !</strong></p>
<p>Kaum muslimin hendaknya memegang prinsip dan komitmen, atas pengorbanan nafsu kebinatang jinakannya. Ia harus sadar bahwa hidup ini merupakan perjalanan panjang menuju Allah. Jika seseorang dalam hidupnya hanya berorientasi pada kepenting kebinatang janakan, sperti niatan hidup untuk menuju kepentingan makan, minum, tidur dan sek, maka dia berarti akan menjadikan dirinya sebagai binatang jinak secara maknawi. Walaupun wujud lahirnya adalah manusia. Maka jadilah ia sebagai manusia bermental kambing, sapi, kerbau, ayam dll. Jika seseorang sampai mati masih didominasi oleh nafsu kebinatang jinakan, maka ia akan bangkit di hari kemudian dalam wujud maknawi jiwanya tersebut. Sehingga ada orang yang berkepala kerbau, sapi, kambing atau harimau dll.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demikian juga halnya, orang beriman yang melaksanakan ibadah kurban dengan ikhlas hati  dan memenuhi persyaratan syar’I, maka akan mendapatkan kendaraan-kendaraan padang mahsyar yang berupa jiwa-jiwa kebinatangan yang telah terbebaskan. Kendaraan ini sangat berarti untuk perjalanan menuju tempat kembali pada sumber kenikmatan abadi (surga yang dijanjikan).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد</strong></p>
<p><strong>Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !</strong></p>
<p>Menyembelih bukan berarti mematikan jiwa . Karena jiwa tidak dapat mati. Menyembelih berarti mentransfer jiwa ke alam ruhaniah, sehingga jiwa dapat terbebaskan dari ikatan dan belenggu badan. Sehingga jiwa kebinatangjinakan (jiwa kambing, atau sapi, atau yang lain) dapat dikendarai menuju Tuhan melalui taman-Nya yang indah (surga). Makan, minum, tidur dan sek tetap penting, dalam rangka menjaga stamina dan generasi untuk berbakti kepada ilahi.   Makan, minum, tidur dan sex bukan tujuan untuk memuaskan dan menggemuk nafsu kebinatangjinakan, tetapi sarana untuk mencari ridlo Allah. Inilah diantara sekian banyak hikmah pesan moral ibadah kurban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari ini kita justru diharamkan puasa, begitu juga tiga hari setelah ini. Oleh karena itu marilah kita atur makan dan minum kita dengan niatan menjaga kekuatan dan kesehatan badan sehingga dapat melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah. Kita istirahatkan badan dengan tidur agar kita dapat beribadah kepada Allah dengan baik. Kita salurkan nafsu sex kita sesuai dengan ketetapan Allah, dalam rangka mencari ridlo Allah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر ولله الحمد</strong></p>
<p><strong>Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullaaah !</strong></p>
<p>Demikian khuthbah yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfa’at untuk memupuk keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="RTL"><strong> أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.</strong></p>
<p dir="RTL"><strong> اذاجاء نصر الله والفتح . ورأيت الناس يد خلون فى   د ين الله أفواجا,  فسبح بحمد ربك واستغفره انه كان توابا.  وقل ربي اغفر وارحم وأنت خير الراحمين</strong><strong></strong></p>
<p dir="RTL"><strong> </strong></p>
<p dir="RTL"><strong>الله اكبر </strong><strong>X9 لا إ له الا الله الله اكبر الله اكبر ولله الحمد</strong></p>
<p dir="RTL"><strong>الحمد لله شكرا على ما انعم, أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له كما امر والزم. واشهد ان محمدا عبده ورسوله شهادة من امن به واسلم, وحا د من كفر به, واوغلم, أللهم صل على محمد, صلى الله عليه وعلى اله ما اضاء دهر واظلم واعلى فحا لهم يوم الشفاعة واكرم , وسام تسليما كثيرا: اما بعد , فياايها الناس&#8230;.. اتقوالله, ان الله امركم بامره بداء فيه بنفسه, وثنى بملا ئكته</strong><strong>, وايته با المؤمنين من عباده, فقال عز من قائل : ان الله وملائكته يصلون على النبى, ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على محمد, اللهم صل على ملئكتك المقربين, وانبيائك والمرسلين, واهل طاعتك اجمعين, واجعلنا منهم وارحمنا برحمتك ياارحم الراحمين. اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات انك سميع قريب مجيب الدعوات, اللهم اعزالإسلام والمسمين وانصر عساكره, الى يوم الدين, ووسع على عباد تك على عبادك المقلين من امة محمد صلى الله عليه وسلم اجمعين. اللهم اصلح احوالنا, وبلغ مما يرضيك امالنا, واحتم بالصالحات اعمالنا وباالحسنى والسعاده اجالنا, وتوفنا وانت راض عنا, ربنا اتنا فىالدنيا حسنه وفىالاخرت حسنة وقنا عذاب النار, </strong></p>
<p dir="RTL"><strong>عبادالله, ان الله يأمر بالعد ل والاحسان, وايتاء ذي القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر, ولذ كرالله اكبر.  </strong></p>
<p><a href="http://metafisika-center.org/wp-content/uploads/2011/11/eksekusi.jpg"><br />
</a></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="file:///F:/metafisika%20center/Khutbah%20idul%20adha.docx#_ftnref1">[1]</a> Penulis adalah Dekan Fakultas Adab, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan</p>
<p>Pengasuh PP.Daru Ulil Albab Kelutan-Ngronggot-Nganjuk</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metafisika-center.org/khutbah-idul-adha.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjalin  Komunikasi  Menguatkan Sinergi</title>
		<link>http://metafisika-center.org/menjalin-komunikasi-menguatkan-sinergi.html</link>
		<comments>http://metafisika-center.org/menjalin-komunikasi-menguatkan-sinergi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 12:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metafisika-center.org/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Menjalin Komunikasi Menguatkan Sinergi. Oleh: Kharisudin Aqib al-Faqir. Assalamu’alaikum wrwb. Nabi besar Muhammad saw.mengumumkan kepada kita sebuah teori yang super canggih untuk melapangkan rizki dan memanjangkan umur, beliau menyatakan; “barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia bersilaturrahmi”. suatu amaliyah yang sangat praktsi, yang biasa disebut silaturrahim, atau silaturrahmi. Silaturrahmi, atau menghubungkan kasih sayang pada dasarnya meliputi dua pokok kajian, yaitu; hubungan dan kasih sayang. Hubungan dalam arti relasi aktif yang biasa disebut komunikasi.dan kasih sayang &#8230; <a href="http://metafisika-center.org/menjalin-komunikasi-menguatkan-sinergi.html" >&#8594;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjalin Komunikasi Menguatkan Sinergi.<br />
Oleh: Kharisudin Aqib al-Faqir.<br />
Assalamu’alaikum wrwb.<br />
Nabi besar Muhammad saw.mengumumkan kepada kita sebuah teori yang super canggih untuk melapangkan rizki dan memanjangkan umur, beliau menyatakan; “barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia bersilaturrahmi”. suatu amaliyah yang sangat praktsi, yang biasa disebut silaturrahim, atau silaturrahmi.<span id="more-283"></span></p>
<p>Silaturrahmi, atau menghubungkan kasih sayang pada dasarnya meliputi dua pokok kajian, yaitu; hubungan dan kasih sayang. Hubungan dalam arti relasi aktif yang biasa disebut komunikasi.dan kasih sayang dalam arti perasaan hati untuk memberi dan membahagiakan pihak lain.</p>
<p>Silaturrahmi merupakan resep nabi untuk kesuksesan umatnya, yaitu sukses ekonomi dan kemasyarakatan.serta panjang umur, dengan membuat jejaring dalam pemberdayaan ekonomi dalam sinergi teologis.</p>
<p>Hubungan kasih sayang sesama harus dengan dasar rasa kasih sayang, menyayangi saudara sesama manusia, saudara kerabat, teman biasa dan teman dekat, anak-istri dan semau keluarga daam rangka spirit kasih sayang. Menyayangi dengan hakekat menjaga keselamatan dan kebahagian mereka semua dalam kehidupan dunia dan akhirat. Jangan sampai orang-orang yang kita sayangi tersebut hilang keselamatan dan kebahagiaannya di dunia ini, lebih-lebih dalam kehidupannya di akhirat.</p>
<p>Jangan sampai kasih sayang hanya diberikan dalam rangka menyenangkan atau membahagiakan seseorang secara material atau duniawi atau jangka pendek. Tetapi mencelakakan dan menghancurkan secara ukhrowi, atau jangka panjang. Karena kehidupan jangka panjang ) baik di dunia maupun di akhirat adalah lebih penting dan lebih bermakna. Walaupun demikian, bentuk komunikasi yang lebih humanis, tetap sangat penting untuk dikembangkan. Sehingga komunikasi berjalan lancar dan indah.</p>
<p>Seringkali kita terjebak kepada materialisme dan formalisme dalam komunikasi, sehinga tidak ilahiyyah, tapi humanis atau ilahiyyah tetapi kurang humanis. Komunikasi yang kita harapkan adalah komunikasi yang ilaahiyyah dan humanis. Sehingga sinergi ilaahiyah – humanis inilah yang dapat mengangkat derajat kita sebagai manusia. Makhluk Allah yang paling dimuliakan-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metafisika-center.org/menjalin-komunikasi-menguatkan-sinergi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Fitri 1432 H</title>
		<link>http://metafisika-center.org/261.html</link>
		<comments>http://metafisika-center.org/261.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2011 22:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metafisika-center.org/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Zakatul Fithri Menjadikan Umat Kembali Kepada Fitrah Hakiki Oleh: Kharisudin Aqib السلام عليكم ورحمة الله وبركاته ألله أكبر, ألله أكبر, ألله اكبر. ألله أكبر, ألله أكبر, ألله اكبر. ألله أكبر, ألله أكبر, ألله اكبر. لااله الاالله. الله أكبر. الله أكبر ولله الحمد. ألحمد لله, الحمد لله الذي أنعمنا بنعمة الإيمان والاسلام, والذي امرنا بطاعته وطاعة رسول الله سيد الجن والانام, أشهد ان لااله الاالله, وأشهد ان محمدا عبده ورسوله شهادة تنجى قائلها يوم لا ينفع مال ولا بنون الا &#8230; <a href="http://metafisika-center.org/261.html" >&#8594;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://metafisika-center.org/wp-content/uploads/2011/08/lebaran-2011.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-262" title="lebaran 2011" src="http://metafisika-center.org/wp-content/uploads/2011/08/lebaran-2011.jpg" alt="" width="976" height="689" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Zakatul Fithri Menjadikan Umat Kembali Kepada Fitrah Hakiki</strong><br />
<strong> Oleh: Kharisudin Aqib</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>ألله أكبر, ألله أكبر, ألله اكبر. ألله أكبر, ألله أكبر, ألله اكبر. ألله أكبر, ألله أكبر, ألله اكبر.</strong><br />
<strong> لااله الاالله. الله أكبر. الله أكبر ولله الحمد.</strong><br />
<strong> ألحمد لله, الحمد لله الذي أنعمنا بنعمة الإيمان والاسلام, والذي امرنا بطاعته وطاعة رسول الله سيد الجن والانام, أشهد ان لااله الاالله, وأشهد ان محمدا عبده ورسوله شهادة تنجى قائلها يوم لا ينفع مال ولا بنون الا من اتى الله بقلب سليم, أللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله واصحابه واهل بيته الكرام. قال الله تعالى فى القران الكريم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم: اقيموا الصلاة واتوا الزكاة واركعوا مع الراكعين. وقال تعالى: خذ من اموالهم صدقة تطهرهم وتزكيهم بها وصل عليهم. ان صلاتك سكن لهم. اما بعد: فياأيها الناس, ا تقواالله حق التقوى, ولا تموتن الا وأنتم مسلمون.</strong></p>
<p><strong>Al</strong>lahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahil Hamdu,<span id="more-261"></span><br />
Ma’asyiral Muslimin Wal Muslimat Rahimakumullah,<br />
Tiada kata yang patut kita ucapkan untuk mengawali khutbah kali ini, kecuali ucapan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, karena hanya dengan rahmat-Nya kita masih diberikan kesempatan menghirup udara segar di pagi yang ceria ini, dalam keadaan iman dan islam Semoga rahmat dan karunia Allah Swt ini tetap menyertai kehidupan kita, bahkan sampai menghadap kembali kehadirat-Nya. Amin.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahil Hamdu,<br />
Ma’asyiral muslimiin wal muslimaat, rahimakumullah. Kita juga bersyukur kepada Allah atas petunjuk-Nya, sehingga kita dapat membersihkan jiwa dengan dengan ajaran puasa dan zakat yang telah kita laksanakan di bulan ramadlon kemarin. Semoga kita semua dapat menjumpai bulan ramadlon yang akan datang dan mengisinya dengan puasa dan zakat serta amal-amal sholeh yang lain dengan penuh keimanan dan ihtisaaban untuk mendapatkan ridlo Allah.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahil Hamdu,<br />
Ma’asyiral muslimiin wal muslimaat, rahimakumullah.Allah menciptakan manusia dan alam semesta ini sebagai sebuah system yang utuh baik secara dhohir, unsure-unsur luar,dan atau perangkat keras (hardware), maupun unsure bathin yakni unsure-unsur dalam sebagai perangkat lunak (software). Merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi.demikian juga system komunikasinya, ada dua jaringan yang saling mempengaruhi yakni hablun minallah (kabel dari Allah), dan hablun minannas (kabel dari manusia). Keduanya adalah media komunikasi, yang berupa bahasa. Yakni bahasa badan dan bahasa bathin (ruh).Syari’at Islam ditetapkan oleh Allah swt.memiliki dua sisi komunikasi tersebut sekaligus. Tetapi pada setiap jenis peribadatan yang disyari’atkan memiliki kecenderungan lebih condong pada salah satu arah komunikasi. Seperti sholat dan puasa lebih banyak nilai kebatinannya (hablunminallah), sementara zakat dan haji lebih banyak arah kepada bahasa dan komunikasi badan (hablunminannas).</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahil Hamdu,<br />
Ma’asyiral muslimiin wal muslimaat, rahimakumullah. Semua amal peribadatan murni, tidak dianggap sempurna jika tidak didukung pada ibadah social kemanusiaan. Sholat dan puasa harus didukung dengan zakat dan haji. Syukur kepada Allah harus disertai berkurban. Dan semua bentuk ibadah yang lain, juga demikian membutuhkan keterlibatan manusia (orang lain), dan penyertaan materi. Demikian juga halnya, puasa yang kita laksanakan satu bulan penuh kemarin.belum dianggap sempurna jika yang bersangkutan belum mengeluarkan zakat fitrah. Diungkapkan dengan kata;</p>
<p><strong>ثواب الصائم معلق بين السماء والارض حتى يؤتوا زكاة الفطر.</strong><br />
Pahala orang yang puasa itu tergantung di antara langit dan bumi, sampai dia membayar zakat fitrahnya.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahil Hamdu,<br />
Ma’asyiral muslimiin wal muslimaat, rahimakumullah.Perintah zakat dalam islam sangat<br />
dipentingkan, dengan bukti bahwa Allah menyebut kata zakat di dalam al-qur’an sebanyak 16 x, dan 14 x diantaranya disebutkan dalam bentuk perintah yang bergandengan dengan perintah sholata .belum menggunakan bentuk kata yang lain, yaitu kata shodaqah dan infaq yang bermakna zakat. Demikian juga bukti sejarah, bahwa perang yang pertama kali dilaksanakan oleh sahabat Abu Bakar As Shidq. Sebagai kholifah adalah perang menghadap orang-orang yang tidak mau membayar zakat yang disebut perang Riddah. Khususnya zakat fitrah (zakat jiwa), adalah sangat dipentingkan dalam islam.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahil Hamdu,<br />
Ma’asyiral muslimiin wal muslimaat, rahimakumullah.Allah swt berfirman:</p>
<p><strong>خذ من اموالهم صدقة تطهرهم وتزكيهم بها وصل عليهم ان صلاتك سكن لهم</strong></p>
<p>Ambillah sebagian dari harta mereka shodaqah (zakat)nya, sebagai pembersih dan pensuci mereka. Dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’amu akan menentramkan mereka.</p>
<p>Rasulullah Saw bersabda:</p>
<p><strong>وعن ابن عباس رضي الله عنهما قال: فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة القطر (طهرة للصائم من اللغو والرفث. وطعمة للمساكين . فمن ادها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة . ومن ادها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقات . رواه أبو داود وابن ماجه</strong>.</p>
<p>Dari Ibn Abbas RA, dia berkata: Rasulullah SAW, mefardlukan zakat fitrah. Zakat fitrah itu mensucikan orang yang berpuasa dari dosanya hura-hura dan omongan kej, dan makanan bagi orang-orang miskin. Maka barangsiapa melaksanakannya sebelum sholat itulah zakat yang diterima, dan barangsiapa melaksanakannya setelah sholat (hari raya), maka ia termasuk shodaqah biasa. HR. Abu Daud dan Ibn Majah.</p>
<p>Rasulullah SAW, juga menyatakan;</p>
<p><strong>عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة القطر , صاعا من تمر او صاعا من شعير : على العبد والحر والذكر والانثى والصغير والكبير من المسلمين. وأمر بها ان تؤدى قبل خروج الناس الى الصلاة. متفق عليه.</strong><br />
Dari Ibnu Umar RA. Dia berkata: Rasulullah saw memfardlukan zakat fitrah berupa satu sho’ kurma kering atau gandum bagi semua orang islam, baik budak, orang merdeka, laki-laki,perempuan, besar maupun kecil. Dn beliau memerintahkan untuk membayarkannya sebelum keluarnya orang-orang keluar untuk sholat (hari raya).muttafaq ‘alaih.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahil Hamdu,<br />
Ma’asyiral muslimiin wal muslimaat, rahimakumullah.Zakat selain bermnfa’at secara individual (muzakki), yakni bersihnya jiwa dan harta dari hak orang lain), atau individual penerima (mustahiq), yakni dengan terpenuhinya kebutuhannya. Zakat juga sangat bermanfa’at secara makro (ekonomi masyarakat). Dengan pengelolaan zakat yang baik, maka sirkulasi perekonomian akan menjadi baik. Kesenjangan si kaya dengan si miskin tidak akan terlalu lebar, sehingga timbul penindasan dan kesewenang-wenangan oleh si kaya terhadap si miskin.sistem dan praktek pengelolaan zakat yang baik dan berdaya guna telah dipraktekkan sejak zaman pemerintahan Rasulullah saw sampai dengan zaman pemerintahan kekholifahan berabad-abad setelahnya.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahil Hamdu,<br />
Ma’asyiral muslimiin wal muslimaat, rahimakumullah. Pengelolaan zakat adalah oleh pemerintah melalui badan/lembaga amil yang kredibel dan terpercaya. Kredibel dalam arti memiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan secara professional dan terpercaya dalam arti siap diaudit (akuntabel), dan transparan (terbuka untuk umum). Dan Alhamdulillah Pemerintah , juga telah mengatur masalah ibadah maaliyah ini dengan menerbitkan UU no 38 tahun 1999.berikut dengan Keputusan Menteri Agama No 581 tahun 1999,KepMenag No 373 tahun 2003, PP.No 60 tahun 2010, Peraturan Menteri Keuangan,No. 254/PMK.03/2010, sehingga sangat memungkinkan terjadi perbaikan pengelolaan zakat pada masa-masa yang akan datang. Umat sedang menunggu contoh dan prakarsa para tokoh untuk menyalurkan dana zakat, infaq dan shodaqahnya melalui badan atau lembaga amil zakat yang sah.dengan menyalurkan dana zakat,infaq maupun shodaqah kepada Badan atau Lembaga Amil Zakat yang sah, selain mendapatkan keabsahan ibadah kita,juga akan sangat bermanfa’at perbaikan ekonomi umat secara lebih luas, terprogram dan berkesinambungan.</p>
<p>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa lillahil Hamdu,<br />
Ma’asyiral muslimiin wal muslimaat, rahimakumullah mari kita biasakan membayar zakat, sesuai dengan ketentuan Allah swt. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Kita latih diri kita agar juga senantiasa gemar bersedekah dan berinfaq di jalan Allah (jalan kebaikan).bukan saja berzakat,infaq dan sedekah berupa harta, tetapi apa saja yang kita miliki sebagai anugrah ilahi. Agar kita dapat kembali kepada fitrah manusia yang suci dan berjiwa malaikati.<br />
<strong> أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.</strong><br />
<strong> اذاجاء نصر الله والفتح . ورأيت الناس يد خلون فى د ين الله أفواجا, فسبح بحمد ربك واستغفره انه كان توابا. وقل ربي اغفر وارحم وأنت خير الراحمين</strong></p>
<p><strong>الله اكبر X9 لا إ له الا الله الله اكبر الله اكبر ولله الحمد</strong><br />
<strong> الحمد لله شكرا على ما انعم, أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له كما امر والزم. واشهد ان محمدا عبده ورسوله شهادة من امن به واسلم, وحا د من كفر به واظلم, أللهم صل على محمد, صلى الله عليه وعلى اله ما اضاء دهر واظلم واعلى فحا لهم يوم الشفاعة واكرم , وسام تسليما كثيرا: اما بعد , فياايها الناس&#8230;.. اتقوالله, ان الله امركم بامره بداء فيه بنفسه, وثنى بملا ئكته, وايده با المؤمنين من عباده, فقال عز من قائل : ان الله وملائكته يصلون على النبى, ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على محمد, اللهم صل على ملئكتك المقربين, وانبيائك والمرسلين, واهل طاعتك اجمعين, واجعلنا منهم وارحمنا برحمتك ياارحم الراحمين. اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات انك سميع قريب مجيب الدعوات, اللهم اعزالإسلام والمسمين وانصر عساكره, الى يوم الدين, ووسع على عباد تك على عبادك المقلين من امة محمد صلى الله عليه وسلم اجمعين. اللهم اصلح احوالنا, وبلغ مما يرضيك امالنا, واختم بالصالحات اعمالنا وباالحسنى والسعاده اجالنا, وتوفنا وانت راض عنا, ربنا اتنا فىالدنيا حسنه وفىالاخرت حسنة وقنا عذاب النار,</strong><br />
<strong> عبادالله, ان الله يأمر بالعد ل والاحسان, وايتاء ذي القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر, ولذ كرالله اكبر.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metafisika-center.org/261.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LAILATUL QODAR</title>
		<link>http://metafisika-center.org/lailatul-qodar.html</link>
		<comments>http://metafisika-center.org/lailatul-qodar.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 23:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metafisika-center.org/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[MENUNGGU DATANGNYA ”LAILATUL QODAR” DI SIANG HARI (Analisis Psiko-Sufistik atas Peristiwa Lailatul Qadar) Oleh: Kharisudin Aqib al-Faqir. &#160; Kata Pengantar   Atas Nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji bagi Allah Tuhan pemelihara seluruh alam. Tuhan yang telah menurunkan agama islam dengan membawa rahmat bagi seluruh alam. Buku kecil ini adalah karya originil penulis, yang penulis yakini sebagai bagian dari kasyf nabawi yang diberikan oleh Allah swt kepada penulis yang ingin memamahi makna yang sesungguhnya dari ajaran-ajaran &#8230; <a href="http://metafisika-center.org/lailatul-qodar.html" >&#8594;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>MENUNGGU DATANGNYA</strong></p>
<p align="center"><strong>”LAILATUL QODAR”</strong></p>
<p align="center"><strong>DI SIANG HARI<br />
</strong></p>
<p align="center"><strong>(Analisis Psiko-Sufistik atas Peristiwa Lailatul Qadar)<span style="text-decoration: underline;"><br />
</span></strong></p>
<p align="center">Oleh: Kharisudin Aqib al-Faqir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><strong>Kata Pengantar</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Atas Nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji bagi Allah Tuhan pemelihara seluruh alam. Tuhan yang telah menurunkan agama islam dengan membawa rahmat bagi seluruh alam.<span id="more-241"></span></p>
<p>Buku kecil ini adalah karya originil penulis, yang penulis yakini sebagai bagian dari kasyf nabawi yang diberikan oleh Allah swt kepada penulis yang ingin memamahi makna yang sesungguhnya dari ajaran-ajaran agama islam yang diyakini oleh umatnya sebagai kebenaran mutlak yang pasti tidak bertentangnya dengan ilmu pengetahuan yang berkembang di sepanjang zaman. Seperti; isro’mi’roj, lailatul qadar, turunnya wahyu, dan lain-lain.</p>
<p>Sudah barang tentu karena ini pendapat pribadi yang terkait dengan pemahaman keagamaan yang sangat personal, makatentu banyak pembaca yang mungkin kurang sependapat, tidak setuju dan lain-lain yang bersifat subyektif penulis mohon ma’af yang sebesar-besarnya. Penulis hanya ingin berkontribusi dalam membangun masyarakat islam yang produktif dengan amal sholih sehingga menjadi umat terbaik dan unggul pada milenium ke tiga ini. Umt yang sholih dalam keseimbangan spiritual dan sosialnya.<strong><a href="http://metafisika-center.org/portfolio/lailatul-qodar-di-siang-hari">&lt;&lt;BACA SELANJUTNYA&gt;&gt;</a>&lt;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metafisika-center.org/lailatul-qodar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TAREKAT</title>
		<link>http://metafisika-center.org/131.html</link>
		<comments>http://metafisika-center.org/131.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 00:55:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metafisika-center.org/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Kedudukan Tarekat dalam Syari’at Islam Oleh: Kharisudin Aqib Al-Faqir.             Agama Islam dalam arti yang luas memiliki tiga dimensi yang sama pentingnya, yaitu : iman, islam dan ihsan. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi SAW. yang diceritakan oleh Umar ibn Khaththab  yang merupakan dialog antara Nabi dengan Malaikat Jibril yang datang dengan tiba-tiba, seraya merapatkan duduknya dengan Nabi dan bertanya: قال : يا محمد أخبرنى عن الإسلآم , قال أن تشهد أن لآ اله الآالله وأن محمدا رسول الله , &#8230; <a href="http://metafisika-center.org/131.html" >&#8594;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://metafisika-center.org/wp-content/uploads/2011/07/mujahadah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-132" title="mujahadah" src="http://metafisika-center.org/wp-content/uploads/2011/07/mujahadah.jpg" alt="" width="640" height="280" /></a></p>
<p align="center"><strong><span style="text-decoration: underline;">Kedudukan Tarekat dalam Syari’at Islam</span></strong></p>
<p align="center">Oleh: Kharisudin Aqib Al-Faqir.</p>
<p>            Agama Islam dalam arti yang luas memiliki tiga dimensi yang sama pentingnya, yaitu : iman, islam dan ihsan. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi SAW. yang diceritakan oleh Umar ibn Khaththab  yang merupakan dialog antara Nabi dengan Malaikat Jibril yang datang dengan tiba-tiba, seraya merapatkan duduknya dengan Nabi dan bertanya:<span id="more-131"></span></p>
<p dir="RTL">قال : يا محمد أخبرنى عن الإسلآم , قال أن تشهد أن لآ اله الآالله وأن محمدا رسول الله , وتقيم الصلآة, وتؤتي الزكاة , وتصوم رمضان, وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا. قال أخبرني عن الإيمان , قال أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الأخر وتؤمن بالقدر خيره وشره .</p>
<p dir="RTL">فأخبرنى عن الإحسان , قال أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك. <strong>(رواه مسلم)</strong> <a title="" href="#_ftn1">[1]</a><strong></strong></p>
<p dir="RTL"><strong> </strong><strong></strong></p>
<p>Artinya :</p>
<p align="center">“Wahai Muhammad, ceritakan padaku tentang Islam !”, Nabi menjawab; “hendaklah  engkau bersaksi , bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, kau dirikan shalat, kau bayar zakat, kau puasa di bulan Ramadlan, dan kau tunaikan haji ke Baitullah jika sarananya memungkinkan”, Jibril berkata; “Ceritakan padaku tentang iman” Rasul menjawab, Hendaklah engkau beriman kepada Allah, para malaikatnya, kitab-kitab-Nya, para utusannya, hari kiamat, dan ketentuan-Nya yang baik maupun yang buruk”, (Jibril bertanya lagi) “Ceritakan padaku apa itu Ihsan (kebaikan)” ?. Maka Nabi menjawa: “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Ia melihatmu”.HR. Muslim<strong><br />
</strong></p>
<p>Hadis tersebut  diriwayatkan dari sahabat Umar ibn Khaththab, r.a. oleh Imam Muslim berkualitas shahih, karena itu hadis ini  dapat dijadikan landasan, bahwa Agama Islam terdiri dari tiga dimensi, yaitu; imam, islam dan ihsan.</p>
<p>Dimensi Islam mempunyai lima penyangga <em>(arkan) </em>yaitu; syahadat, shalat, zakat, puasa ramadlan, dan haji. Sedangkan dimensi iman memiliki enam penyangga, yaitu; percaya kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, para rasul-Nya, hari kiamat, dan percaya kepada ketentuan Allah. Baik yang baik maupun yang buruk.</p>
<p>Dimensi Islam dibahas secara mendalam dalam kitab-kitab dan disiplin ilmu fiqh atau syari’at, para ahlinya disebut <em>Fuqaha’, dan </em>kelompok-kelompok pemahamannya disebut <em>madzhab. </em>Dimensi keimanan dibahas dalam kitab-kitab atau disiplin ilmu yang disebut ilmu tauhid atau kalam. Para ahlinya disebut <em>a/-mutakallimun, </em>sedangkan kelompok pemahamannya (alirannya) disebut <em>Firqah. </em>Adapun dimensi ihsan pembahasannya tercakup dalam disiplin ilmu tasawuf, para ahlinya disebut <em>al-mutashawwifun, </em>dan kelompok pemahamannya (aliran-alirannya) disebut <em>thariqah.</em></p>
<p>Ajaran Islam yang semula hanya sederhana sekali, sebagaimana misalnya ajaran shalat. Rasul hanya menyebutkan, dengan perintah ; “shalatlah kalian, seperti shalatku yang kalian lihat”.<a title="" href="#_ftn2">16</a>Pada pada perkembangan berikutnya, muncul kitab-kitab tentang shalat yang jumlahnya banyak sekali.</p>
<p>Demikian juga halnya dengan peryataan Nabi tentang<em> ihsan</em>. Pada perkembangan berikutnya juga melahirkan banyak pendapat, tentang bagaimana metode <em>(thariqah) </em>untuk dapat menyembah Allah dengan penghayatan yang dalam. Sampai dengan seolah-­olah melihat-Nya, atau setidaknya memiliki kesadaran, bahwa Allah senantiasa mengawasi dan melihat kita.<a title="" href="#_ftn3">17</a>Dari sini lahir keilmuan khusus yang disebut dengan ilmu tasawuf. Para pakar dan praktisinya disebut sufi. Para  sufi, banyak  yang kemudian mengajarkan tarekatnya kepada murid-muridnya, sehingga tarekat berkembang menjadi banyak sekali, begitu juga halnya kitab- kitab tasawuf, sebagaimana yang dapat kita saksikan sekarang.</p>
<p>Dalam pembahasan ini akan diuraikan sekitar bentuk-bentuk “<em>ijtihad</em>” dalam rangka penanaman kesadaran kehadirat Allah pada setiap kesempatan, sebagai penghayatan dalam beragama. Hal ini merupakan kemestian dalam sejarah pemikiran Islam, karena bidang tasawuf juga terjadi perkembangan pemahaman dan upaya-upaya serius <em>(ijtihad) </em>untuk dapat memasuki dimensi ihsan yang merupakan bagian tak terpisahkan dalam syari’at agama Islam. Di samping itu diuraikan upaya dalam rangka penyelarasan antara doktrin, tradisi dan pemahaman dengan pengaruh budaya global.</p>
<p>Pertentangan antara <em>ahI al-bawathin, </em>dengan <em>ahl al-zhawahir </em>pada masa-masa lalu memang dirasakan cukup gawat, bahkan sampai sekarangpun imbasnya kadang juga masih terasakan. Usaha-usaha kompromi telah banyak dilakukan oleh para ulama’ terdahulu seperti: Dzunnun al- Mishriy, al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, Syekh A. Faruqi al-Shirhindi, Syekh Waliyullah al-Dahlawi.<a title="" href="#_ftn4">18 </a></p>
<p>Dapat dikatakan tarekat yang ada sekarang merupakan hasil dari usaha-usaha penyelarasan itu sehingga sesungguhnya tidak perlu terlampau dikhawatirtkan. Seperti yang dinyatakan oleh Ibnu Taimiyah (yang dikutip oleh Nurcholis Madjid), bahwa kita harus secara kritis dan adil dalam melihat suatu masalah, tidak dengan serta merta menggeneralisasikan penilaian yang tidak ditopang oleh fakta. Sebab tasawuf dengan segala manofestasinya dalam gerakan-gerakan tarekat itu pada prinsipnya adalah hasil “ijtihad” dalam mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga dapat benar dan dapat pula salah. Dengan pahala ganda bagi yang benar dan pahala tunggal bagi yang salah. Maka tidak dibenarkan sikap pro-kontra yang bernada kemutlakan.<a title="" href="#_ftn5">19 </a></p>
<p>Di antara bentuk-bentuk ijtihad dalam tasawuf antara lain:</p>
<p>Tata cara dzikir yang dipakai oleh Tarekat Qadiriyah yaitu: <em>dzikir </em>dengan kalimat “<em>Ia ilaha illa Allah”</em><a title="" href="#_ftn6"><em>20-</em></a><em></em>dengan gerakan dan penghayatan untuk mengalirkan kalimat tersebut, ditarik dari pusar ke bahu kanan terus ke otak dan memasukkan kata terakhir (Allah) pada hati sanubari yang merupakan pusat kesadaran dan tempatnya ruh.<a title="" href="#_ftn7">21 </a>Cara ini diyakini memiliki dampak yang sangat positif untuk membersihkan jiwa dari segala penyakit hati (jiwa). Sehingga akan dapat memudahkan jalan mendekatkan diri kepada Allah. Dan karena ini dilakukan terus menerus dan dilakukan dengan penuh kekhusukan, maka sudah barang tentu akan memberikan dampak kesadaran makna kalimat tersebut sebagai pengaruh psikologisnya.</p>
<p>Tata cara dzikir dalam Tarekat Naqsyabandiyah. Yaitu dzikir dengan kalimat “Allah­-Allah”,<a title="" href="#_ftn8">22 </a>yang dilakukan dengan tata cara sebagai berikut : pertama, mata dipejamkan, kemudian lidah ditekuk dan disentuhkan ke atas langit-langit mulut, dan mulut dalam keadaan tertutup rapat. Selanjutnya hati mengucapkan kata “Allah” sebanyak 1000 kali yang dipusatkan pada pusat-pusat kesadaran manusia <em>(lathifah-Iathifah). </em>Hal ini dilakukan paling sedikit sehari semalam 5000 kali.<a title="" href="#_ftn9">23 </a></p>
<p>Cara ini diyakini akan membawa pengaruh kejiwaan yang luar biasa terutama manakala setiap <em>lathifah </em>telah keluar cahayanya, atau telah terasa gerakan dzikir benar­-benar terjadi padanya.<a title="" href="#_ftn10">24</a> Karena diyakini bahwa kalau <em>lathifah-lathifah </em>tersebut tidak diisi kalimat dzikir, maka akan ditempati oleh setan, dan setan itulah penghalang manusia untuk mendekatkan diri ada Allah.</p>
<p>Dalam tarekat mi juga dikenal ajaran <em>“wuquf qalbi, wuquf zamani </em>dan <em>wuquf ‘adadi”.</em><a title="" href="#_ftn11"><em>25</em></a><em> Wuquf qalbi </em>adalah menjaga setiap gerakan hati (detak nadi) untuk selalu mengingat dan menyebut <em>asma Allah. </em>Sedangkan <em>wuquf zamani </em>adalah menghitung dan memeperhatikan perjalanan waktu untuk tidak melewatkan waktu dengan melupakan Allah. Adapun <em>wuquf ‘adadi </em>adalah selalu mengusahakan hitungan ganjil (misalnya 1,3,5,21) dalam berzikr, sebagai penghormatan sunnah atas kesenangan Allah pada jumlah yang ganjil. Ajaran-ajaran tarekat sebagai bagian dan ilmu tasawuf juga mengalanil perkembangan sebagaimana ilmn-ilmu yang lain.<strong><br />
</strong></p>
<div><br clear="all" /></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a>Muslim Abu Husain ibn Hajjaj al-Naisaburi,<em>Shahih Muslim, </em>Juz 1, Bairur: Dar al-Fikr,1992, h.29.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref2">16</a>Musthafa al-Siba’i, <em>aI-Sunnat </em>wa <em>makanatuha fi al-Tasyri’ al-Islamiy, </em>Beirut: al-Maktab al-Islami, 1978, h. 53.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref3">17</a>Kesadaran yang demikian ini dalam terminologi tasawuf disebut dengan <em>muraqabah</em>. Baca, ‘Abd al-Aziz al-Daraini,<em> Thaharat al-Qulub wa al-Khudlu’ li’Alam al-Ghuyub, </em>Jeddah; Dar al-Haramain, T.th. h. 225.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref4">18</a> Abd. Aziz Dahlan : “Tasawuf Sunni dan Tasawuf Falsafi”, dalam : <em>Tasawuf</em> , Jakarta : Yayasan Paramadina, T.th. h. 125.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref5">19</a> Nurcholis Madjid, <em>Islam Agarna Peradaban: Membangun Makna Relesvansi Doktrin Islam dalam, </em><em>Sejarah</em> , Jakarta: Paramadina, 1995. h. 669.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref6">20-</a> Isma’il ibn Muhammad al-Qadiri, <em>Al-Fuyudhat  al-Rabbaniyah fi al- Ma ‘atsiri </em><em>Wa Aurad  al-Qadiriyah, </em>Kairo:Masyad al-Husain, tth. h.21.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref7">21</a> Ibid, h.30. Mir Valiuddin, <em>Contemplative Disclipines in Sufism, </em>ditetjemahkan oleh MS.Nasrullah dengan judul; <em>Dzikir dan Kontemplasi dalam Tasawuf, </em>Bandung: Pustaka Hidayah, 1996, h.122.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref8">22</a> Muhammad Amin al-Kurdi <em>.Tanwir </em><em>a/-Q</em><em>ulub fi Mu ‘amalati ‘aIam al- Ghuyub, </em>Beirut: Dar al­-Fikr, 1995, h.445.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref9">23</a>  Syekh Jalaluddin <em>,Sinar Keemasan, </em>jilid 1, Ujung Pandang: PPTI-Sulsel. 1975, h.35.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref10">24</a>Abu Bakar Atjeh, <em>Pengantar Ilmu Tarekat: Kajian Hisroris tentang Mistik,</em>  SoIo: Romadani, 1995, h.324-334.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref11">25</a> <em>Ibid</em>.  h. 323</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metafisika-center.org/131.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BERITA KARYA</title>
		<link>http://metafisika-center.org/berita-karya.html</link>
		<comments>http://metafisika-center.org/berita-karya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 15:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[sholawat]]></category>
		<category><![CDATA[sholawat ulul albab]]></category>
		<category><![CDATA[ulul albab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metafisika-center.org/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[ Dengan mengharap rahmat dan ridlo Allah swt. Saya: Kharisudin Aqib ibn Aqib/KH.Abdullah Umar. Hari ini / Ahad, 30 Januari 2011, bertepatan dengan tanggal, 25 Shofar 1432 hijriyah.  Pukul 14.00, Dengan ini menyatakan telah membuat dan menyelesaikan sebuah susunan sholawat baru. Sholawat tersebut saya beri nama Sholawat Ulul Albab,  sebagai Syi’ar (lambang) dan silah (pedang perjuangan/do’a) bagi keluarga besar saya, anggota jam’iyyah Majdzub (Majlis Dzikir Ulul Albab), para murid dan pengikut tarekat saya, serta kaum muslimin-mat pada umumnya yang bersimpatik dengan &#8230; <a href="http://metafisika-center.org/berita-karya.html" >&#8594;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong> <a href="http://daruulilalbab.com/wp-content/uploads/2011/02/sholawat-ulul-albab-300x300.jpg"><img class="aligncenter" src="http://daruulilalbab.com/wp-content/uploads/2011/02/sholawat-ulul-albab-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Dengan mengharap rahmat dan ridlo Allah swt.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Saya: Kharisudin Aqib ibn Aqib/KH.Abdullah Umar.<span id="more-110"></span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Hari ini / Ahad, 30 Januari 2011, ber</strong><strong>t</strong><strong>epatan dengan tanggal, </strong><strong>25 Shofar</strong><strong> </strong><strong>1432 hijriyah.  Pukul 14.00, Dengan ini menyatakan telah membuat dan menyelesaikan sebuah susunan sholawat baru. Sholawat tersebut saya beri nama Sholawat Ulul Albab,  sebagai Syi’ar (lambang) dan silah (pedang perjuangan/do’a) bagi keluarga besar saya, anggota jam’iyyah Majdzub (Majlis Dzikir Ulul Albab), para murid dan pengikut tarekat saya, serta kaum muslimin-mat pada umumnya yang bersimpatik dengan saya dan atau simpatik dengan orang-orang yang simpatik dengan saya, demikian seterusnya sampai dengan hari kiamat.<br />
</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Demikian redaksi <a href="http://metafisika-center.org/?p=101">sholawat Ulul Albab</a>; </strong></p>
<p style="text-align: center;" dir="RTL" align="center"><strong><span style="text-decoration: underline;">صلوات أولو الألباب</span></strong></p>
<p style="text-align: center;" dir="RTL" align="center"><strong>بسم الله الرحمن الرحيم</strong></p>
<p style="text-align: center;" dir="RTL" align="center"><strong>اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ ذِى العَقْلِ وَ الفُؤَادِ،</strong></p>
<p style="text-align: center;" dir="RTL" align="center"><strong>صَلاَةً نَسْألُكَ بِهَا حُسْنَ الخَلْقِ وَ العَقْلِ وَ الفُؤَادِ،</strong></p>
<p style="text-align: center;" dir="RTL" align="center"><strong>وَ أنْ تَجْعَلَنَا بِهَا أهْلَ الذِّكْرِ وَ الفِكْرِ وَ الأوْرَادِ،</strong></p>
<p style="text-align: center;" dir="RTL" align="center"><strong>وَ عَلَى آلِهِ وَ أصْحَابِهِ وَ باَرِكْ وَ سَلِّمْ</strong><br />
<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Artinya;</strong></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong>”Dengan nama Allah, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”,</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Yaa Allah, beri Anugrah tuan kami Muhammad sang pemilik kecerdasan dan hati nurani, dengan anugrah yang sesungguhnya, kami mohon kepada-Mu, dengan berkat anugrah-Mu tersebut, bagusnya jasad, akal dan hati nurani kami. Dengan berkat anugrah-Mu tersebut hendaknya Engkau menjadikan kami sebagai ahli dzikir, ahli fikir dan ahli wirid (istiqomah), Demikian juga (beri anugrah) terhadap keluarga dan para sahabatnya, berkatilah dan sejahterakan (mereka). </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Demikian berita karya ini saya buat, agar menjadikan maklum bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Semoga karya ini menjadi simbol sebagai jama’ah Rasulullah di bawah bendera Majlis Dzikir Ulul Albab, sekaligus sebagai do’a wasilah untuk pembentukan kepribadian muslim yang utuh dan unggul.</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong>Nganjuk, 30</strong><strong> </strong><strong>Januari 2011</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong>25 Shofar 1432 H</strong></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong>Ttd</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong><span style="text-decoration: underline;">Kharisudin Aqib al-Faqir</span></strong></p>
<p style="text-align: center;" align="center"><strong>Muallif</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metafisika-center.org/berita-karya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AMALAN TAREKAT</title>
		<link>http://metafisika-center.org/amalan-tarekat.html</link>
		<comments>http://metafisika-center.org/amalan-tarekat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 01:15:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metafisika-center.org/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Amalan-amalan dalam Tarekat 1. Amalan khusus  : Yang dimaksud dengan amalan khusus di sini adalah amalan yang benar-benar harus diamalkan oleh pengikut sebuah tarekat, dan tidak diamalkan oleh orang di luar tarekat atau pengikut tarekat lain. Amalan khusus ini bisa jadi bersifat individual, maupun kolektif. a. Individual             Yang dimaksud dengan amalan individual adalah amalan yang harus dikerjakan oleh seorang murid (pengikut) tarekat. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa, pelaksanaan amalan tersebut dilakukan secara berjama’ah.  Amalan-amalan individual itu adalah:             a). &#8230; <a href="http://metafisika-center.org/amalan-tarekat.html" >&#8594;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><a href="http://metafisika-center.org/wp-content/uploads/2011/07/amalan-tq.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-146" title="amalan tq" src="http://metafisika-center.org/wp-content/uploads/2011/07/amalan-tq.jpg" alt="" width="640" height="280" /></a>Amalan-amalan dalam Tarekat<br />
</strong></p>
<p><strong><em>1. Amalan khusus  :</em></strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan amalan khusus di sini adalah amalan yang benar-benar harus diamalkan oleh pengikut sebuah tarekat, dan tidak diamalkan oleh orang di luar tarekat atau pengikut tarekat lain. Amalan khusus ini bisa jadi bersifat individual, maupun kolektif.<strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em>a. Individual</em></strong></p>
<p><strong>            </strong>Yang dimaksud dengan amalan individual adalah amalan yang harus dikerjakan oleh seorang murid (pengikut) tarekat. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa, pelaksanaan amalan tersebut dilakukan secara berjama’ah.  Amalan-amalan individual itu adalah:</p>
<p><strong>            a). Dzikir</strong></p>
<p>Kata dzikir sebenarnya merupakan ungkapan dan pemendekatan kalimat <em>“dzikrullah” ,</em>Ia merupakan amalan khas yang mesti ada dalam setiap tarekat.<a title="" href="#_ftn1">51</a> Yang dimaksud dengan dzikir<em> </em>dalam suatu tarekat adalah mengingat dan menyebut nama Allah, baik secara lisan maupun secara batin (<em>jahr / sirri </em>atau <em>khafi). </em>Di dalam tarekat, dzikir<em> </em>diyakini sebagai cara yang paling efektif dan efesien untuk membersihkan jiwa dari segala macam kotoron dan penyakit-penyakitnya, sehingga hampir semua tarekat mempergunakan metode ini.<a title="" href="#_ftn2">52</a> Bahkan dalam istilah tasawuf, setiap yang disebut tarekat, maka yang dimaksudkan adalah tarekat dzikir.   <strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em>b). Muraqabah</em></strong></p>
<p>Kontemplasi atau <em>muraqabah </em>duduk bertafakkur atau mengheningkan cipta dengan penuh kesungguhan hati, dengan penghayatan bahwa dirinya seolah-olah berhadapan dengan Allah, meyakinkan hati bahwa Allah senantiasa mengawasi dan memperhatikannya.<a title="" href="#_ftn3">53</a> sehingga dengan “latihan” <em>muraqabah </em>ini seseorang akan memiliki nilai <em>ihsan </em>yang baik, dan akan dapat merasakan kehadiran Allah di mana saja dan kapan saja ia berada.</p>
<p>Ajaran <em>muraqabah </em>ini bermacam-macam, dan memiliki beberapa pembagian. Ada di antara tarekat yang mengajarkan satu macam<em> (</em>tingkatan), ada yang empat. ada yang tujuh, dan bahkan ada yang dua puluh macam atau tingkatan <em>muraqabah.</em><a title="" href="#_ftn4"><em>54</em></a><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em>c). Rabithah</em></strong></p>
<p><em>            Rabithah </em>adalah mengingat rupa guru (syekh) dalam ingatan seorang murid. Praktek <em>rabithah </em>ini merupakan adab dalam pelaksanaan dzikir seseorang. Yaitu sebelum seorang dzakir melaksanakan dzikirnya, maka terlebih dahulu ia harus mereproduksi ingatannya kepada syekh yang telah menalqin dzikir yang akan dilaksanakan tersebut. Bisa  berupa wajah  syekh, seluruh pribadinya, atau prosesi ketika ia mengajarkan dzikir kepadanya. Atau bisa juga hanya sekedar mengimajinasikan seberkas sinar (berkah) dari syekh tersebut.55</p>
<p><em>Rabithah </em>ini harus dilakukan oleh seorang <em>dzakir</em> dengan maksud antara lain sebagai pernyataan bahwa apa yang diamalkan itu adalah berdasarkan pengajaran dari seorang syekh yang memiliki otoritas (semacam referensi). <em>Rabithah </em> juga berfungsi sebagai mengambil dukungan spiritual dari seorang  syekh. Dengan melakukan <em>rabithah </em>yang benar dan sempurna, seorang dzakir akan terhindar dari was–was (keraguan) dan godaan setan.<a title="" href="#_ftn6">56</a> <em>Rabithah </em>ini terkadang juga disebut <em>tawajjuh, </em> karena proses <em>rabithah </em>harus mengimajinasikan diri seolah – olah sedang berhadapan dengan syekhnya, sebagaimana syehnya mengajarkan dzikir kepadanya dahulu.<strong><br />
</strong></p>
<p><strong>d). Mengamalkan Syari’at</strong></p>
<p>Dalam tarekat (yang kebanyakan merupakan jama’ah<em> </em>para sufi sunni), menepati syari’at merupakan bagian dari bertasawuf (meniti jalan mendekati kepada Tuhan). Karena menurut keyakinan para sufi sunni, justru prilaku kesufian itu dilaksanakan dalam rangka mendukung tegaknya syari’at.<a title="" href="#_ftn7">57</a>Sedangkan ajaran-ajaran dalam agama Islam, khususnya peribadatan <em>mahdlah, </em>merupakan media atau sarana untuk membersihkan jiwa.<a title="" href="#_ftn8">58</a> Seperti: bersuci dari hadas, shalat, puasa maupun haji.<strong><br />
</strong></p>
<p><strong>e). Melaksanakan Amalan-Amalan Sunnah</strong></p>
<p>Di antara cara yang diyakini dapat membantu untuk membersihkan jiwa dan  segala macam kotoran dan penyakit-penyakitnya, adalah amalan -amalan sunnah. Sedangkan di antara amalan-amalan tersebut yang diyakini memiliki dampak besar terhadap proses dan sekaligus hasil dari <em>tazkiyat aI-nafsi </em>adalah: membaca al-Qur’an dengan menghayati arti dan maknanya, melaksanakan shalat malam <em>(tahajjud), </em>berdzikir di malam hari, banyak berpuasa sunnah dan bergaul dengan orang-orang shaleh.<a title="" href="#_ftn9">59</a><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>f). Berprilaku <em>zuhud </em>dan <em>Wara’</em></strong></p>
<p>Kedua prilaku sufistik ini akan sangat mendukung upaya <em>tazkiyat </em>al-nafsi, karena <em>zuhud </em>adalah tidak adanya ketergantungan hati pada harta dan hal-hal yang bersifat dunia lainnya. Dan <em>Wara’ </em>adalah sikap hidup yang selektif, orang yang berprilaku demikian tidak berbuat sesuatu, kecuali benar-benar halal dan benar-benar dibutuhkan.<a title="" href="#_ftn10">60</a> Dan rakus terhadap harta akan mengotori jiwa demikian juga banyak berbuat yang tidak baik, memakan yang tidak jelas status lahal-haramnya (<em>syubhat) </em>dan berkata sia-sia akan memperbanyak dosa dan menjauhkan diri dari Allah, karena melupakan Allah.<strong><br />
</strong></p>
<p><strong>g). <em>Khalwat </em>atau <em>‘uzlah</em></strong></p>
<p><em>Khalwat </em>atau <em>‘uzlah </em>adalah mengasingkan diri dari hiruk pikuknya urusan duniawi. Sebagian tarekat tidak mengajarkan <em>khalwat </em>dalam artian fisik, karena menurut kelompok tarekat ini <em>khalwat </em>cukup dilakukan secara hati <em>(khalwat</em> <em>qalbiyah).</em><a title="" href="#_ftn11">61</a><em> </em>Ajaran tentang <em>khalwat </em>ini dilaksanakan dengan mengambil <em>I‘tibar </em>kepada sejarah perjalanan spiritual <em>(sirah) </em>Nabi, ketika beliau sering melakukan pengasingan diri <em>(tahannuts) </em>atau <em>khalwat </em>di Gua Hira’, menjelang masa pengangkatan kenabiyannya.<a title="" href="#_ftn12">62</a><em>Tahannus</em> atau <em>khalwat </em>Rasulullah saw. di Gua Hira’ tidak termasuk dalam syari’at Islam, karena pada sa’at itu Rasul belum diangkat sebagai nabi atau rasul. Tetapi dalam pandangan ahli tasawuf  semua perilaku Rasul baik sesudah maupun sebelum pengangkatan (<em>bi’tsah</em>) kerasulannya merupakan contoh dan teladan bagi  kehidupan seorang muslim.</p>
<p>Dan dalam pelaksanaannya, <em>khalwat </em>ini diisi dengan berbagai macam kegiatan ibadah <em>(mujahadah) </em>atau merupakan upaya yang sungguh-sungguh dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.<a title="" href="#_ftn13">63</a> Dalam tradisi Tarekat Naqsyabandiyah di Jawa dan Sumatra istilah <em>khalwat,</em> Iebih dikenal dengan istilah <em>suluk<br />
</em></p>
<p><strong><em>b. Amalan Kolektif atau Jama’ah            </em></strong></p>
<p><strong><em>            </em></strong>Yang dimaksud dengan amalan yang bersifat kolektif atau jama’ah adalah amalan khusus yang harus dilakukan oleh pengikut tarekat tertentu sebagai sebuah <em>jam’iyyah</em> (organisasi). Maka pada dasarnya amalan tersebut bersifat ceremonial (upacara) yang diikuti oleh komponen-komponen tarekat secara lengkap, yang meliputi mursyid atau wakilnya, beserta para muridnya. Amalan-amalan yang bersifat kolektif  adalah:</p>
<p><strong><em>1).</em></strong><strong> <em>Khataman </em></strong></p>
<p>Kegiatan ini merupakan upacara ritual yang biasanya dilaksanakan secara rutin di semua cabang kemursyidan. Ada yang menyelenggarakan sebagai kegiatan mingguan, tetapi banyak juga yang menyelenggarakan kegiatannya sebagai kegiatan bulanan. Walaupun ada sementara kemursyidan yang menamakan kegiatan ini dengan istilah lain, yaitu <em>khususiyah </em>atau <em>tawajjuhan, </em>tetapi pada dasarnya sama, yaitu pembacaan <em>ratib </em>atau <em>aurad khataman  </em>sebuah<em> </em>tarekat.<a title="" href="#_ftn14">64</a></p>
<p>Dari  segi tujuannya, khataman<em> </em>merupakan kegiatan individual, yakni amalan tertentu yang harus dikerjakan oleh seorang murid yang telah mengkhatamkan pendidikan dzikir sirri (<em>tarbiyat dzikir latha’if). </em>Dan khataman<em> </em>sebagai suatu ritus (upacara sakral) dilakukan dalam rangka tasyakuran atas keberhasilan seorang murid dalam melaksanakan sejumlah beban dan kewajiban <em>.</em></p>
<p>Tetapi dalam prakteknya khataman merupakan upacara ritual yang “resmi“ lengkap dan rutin, sekalipun mungkin tidak ada yang sedang syukuran <em>khataman.</em> Kegiatan <em>khataman </em>ini dipimpin langsung oleh mursyid atau asisten mursyid (<em>khalifah kubra</em>). Sehingga forum <em>khataman </em> sekaligus berfungsi sebagai forum <em>tawajjuh, </em>serta silaturrahmi antara para ikhwan.</p>
<p>Kegiatan <em>khataman </em>ini biasanya juga disebut <em>mujahadah</em>, karena memang upacara dan kegiatan ini dimaksudkan untuk <em>mujahadah</em> (bersungguh – sungguh dalam meningkatkan kwalitas spiritual para <em>salik</em>), baik dengan melakukan dzikir<em> </em>dan wirid, maupun dengan pengajian dan bimbingan ruhaniyah oleh mursyid.<a title="" href="#_ftn15">65</a><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>2. Amalan-amalan Umum</strong></p>
<p><strong>            </strong>Yang dimaksud dengan amalan umum adalah yang ada  dan menjadi tradisi dalam tarekat, tetapi  amalan juga biasa dilakukan oleh masyarakat Islam di luar pengikut tarekat.<strong><br />
</strong></p>
<ol>
<li><strong>a.      </strong><strong>Amalan Individual</strong></li>
</ol>
<p><strong>            </strong>Yang dimaksud dengan amalan umum individual adalah amalan yang biasa dijerjakan oleh para pengikut tarekat dan orang Islam secara umum, serta  dikerjakan secara perorangan. Adapun amalan tersebut adalah:</p>
<p><strong><em>1). Wirid</em></strong></p>
<p>Wirid adalah suatu amalan yang harus dilaksanakan secara terus menerus (<em>istiqamah) </em>pada waktu-waktu tertentu dan dengan jumlah bilangan tertentu juga. seperti setiap selesai mengerjakan shalat lima waktu, atau waktu-waktu tertentu Iainnya. Wirid ini biasanya berupa potongan-potongan ayat, atau shalawat atau nama-nama indah Tuhan (<em>al-asma’ al-husna). </em>Perbedaannya dengan dzikir di antaranya adalah; kalau dzikir diijazahkan oleh seorang mursyid atau syekh dalam prosesi khusus <em>(bai‘at, talqin, atau khirqah</em>).<a title="" href="#_ftn16">66</a> Sedangkan wirid tidak harus diijazahkan oleh seorang mursyid dan tidak diberikan dalam prosesi khusus. Sedangkan dari segi tujuannya juga memiliki perbedaan diantara keduanya. Dzikir dikerjakan hanya semata-mata ibadah (mendekatkan diri kepada Allah), sementara wirid dikerjakan untuk tujuan-tu]uan tertentu yang bersifat keduniaan. Seperti untuk kelancaran rizki <em>(jalb aI-rizki), </em>kewibawaan dan sebagainya.</p>
<p><strong>2). <em>Tawashul</em></strong></p>
<p><em>Tawasshul </em>atau berwashilah dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah yang biasa dilakukan di dalam tarekat adalah suatu upaya atau cara <em>(wasilah)</em>, agar pendekatan diri kepada Allah dapat dilakukan dengan lebih ringan.</p>
<p><strong>يا أيها الذين أمنوا اتقوا الله وابتغوا اليه الوسيلة  وجاهدو فى سبيله    لعلكم بفلحون</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, supaya kamu menjadi orang yang beruntung” .QS: al-Maidah (5):35.<a title="" href="#_ftn17">67</a></p>
<p>Di antara bentuk­ bentuk <em>tawasul </em>yang biasa dilakukan adalah berhadiah bacaan surat al-fatihah<em> </em>kepada para syekh sejak dari Nabi sampai mursyid yang mengajar dzikir kepadanya.</p>
<p><em>Tawasul </em>biasanya juga dilaksanakan dengan bentuk <em>tawajjuh, </em>yaitu menghadirkan wajah guru (mursyid) scolah-olah berhadapan dengannya ketika akan mengerjakan <em>dzikir. </em>Istilah lain dari <em>tawajjuh </em>ini adalah <em>rabithah, </em>yaitu mengikat ingatan tentang proses pembai’atan atau wajah yang membai’at.<a title="" href="#_ftn18">68</a>Ada juga bentuk lain dalam tarekat yang melaksanakan <em>tawassul </em>dengan <em>istighraq </em>(mengekspresikan diri tenggelam dalam nur Muhammad), atau mengekspresikan bahwa dirinya adalah Muhammad itu sendiri.<a title="" href="#_ftn19">69</a><strong><em>            </em></strong></p>
<p><strong><em>3). Hizib</em></strong><em></em></p>
<p><em>            Hizib</em> secara bahasa beraati tentara, tetapi do’a khusus tetapi sudah sangat populer di kalangan masyarakat Islam (pesantren) disebut dengan hizib (lawannya <em>hirish</em>),  adalah karena dengan do’a ini seseorang akan memiliki kekuatan bagaikan orang yang memiliki tentara , karena <em>khadam </em>(pelayan makhluk ghaib) yang ada dalam do’a tersebut.</p>
<p><em>Hizib </em>adalah suatu do’a yang cukup panjang , dengan lirik dan bahasa yang indah yang  disusun oleh seorang ulama’ besar.<a title="" href="#_ftn20">70</a><em>Hizib </em>ini biasanya merupakan do’a andalan seorang syekh yang biasanya juga diberikan kepada para muridnya secaraijazah yang jelas (<em>ijazah sharih). </em>Do’a ini diyakini oleh kebanyakan masyarakat Islam (kebanyakan kaum santri) sebgai amalan yang memiliki daya katrol spiritual yang sangat besar, terutama jika diperhadapkan dengan ilmu-ilmu gaib dan kesaktian.<a title="" href="#_ftn21">71</a> Berikut ini adalah satu contoh jenis <em>hizib.</em></p>
<p dir="RTL"> بسم الله الرحمن الرحيم :  اللهم تحصنت بخفي لطف الله, بلطيف صنع الله, بجميل ستر الله, دخلت في كنف الله, وتشفعت بسيدنا رسول الله صلى الله عليه وسلم  بدوام ملك الله لاحول ولاقوة إلا بالله العلي العظيم .<span style="text-decoration: underline;">بياه</span>×3 , <span style="text-decoration: underline;">أهيل </span>×3 ,<span style="text-decoration: underline;"> أهياش</span> ×3 ,أهيا شراهيا حجبت نفسي بحجاب الله , ومنعتها بأيات الله وبأيات البينات وبذكر الحكيم , وبحق قال من يحي العظام وهي رميم, جبرائيل عن يميني , وميكائيل عن يساري, وإسرافيل عن خلفي , وسيدنا وحبيبنا محمدا صلى الله عليه وسلم أمامي, وعصى موسى في يدي فمن رأني <span style="text-decoration: underline;">يهابني </span>×3 ,وختم سليمان علي لساني فمن تكلمت إليه  <span style="text-decoration: underline;">قضى حاجاتي</span> ×3 , ونور يوسف على وجهي فمن رأني <span style="text-decoration: underline;">يحبني</span>×3 , والله من ورائهم محيط بي هو المستعان على أعدائي , لا إله الا الله الكبير المتعالى,وصلى الله على سيدنا محمد الأمة ,وكاشف الغمة, وعلى أله وصحبه ورضاأ نفسه وزينة عرشه ومداد كلماته و الحمدلله رب العالمين<a title="" href="#_ftn22">72</a></p>
<p>Artinya:</p>
<p>Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang;</p>
<p>Ya Allah, aku berlindung dengan kesamaran kelembutan Allah, kelembutan ciptaan Allah, keindahan tirai Allah, dan aku masuk ke dalam penjagaan Allah, dan aku memohon syafa’at tuan kami utusan Allah SAW. Dengan keabadian kerajaan Allah, yang tidak ada daya dan kekuatan kecuali karena Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.Biyahin x3, Uhailin x3, Ahyasyin x3, Ahyan, Syarahian,<a title="" href="#_ftn23">73</a>aku menutupi diriku dengan tutupnya Allah, dan memagari diriku dengan ayat-ayat Allah, dan ayat-ayat kejelasan, dan dengan sebutan Yang Maha Bijaksana (al-Qur’an), dan dengan kebenaran firman Allah “ Ia berkata: siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh”.<a title="" href="#_ftn24">74</a>Malaikat Jibril dari samping kananku , Malaikat Mikail ada dari samping kiriku, Malakikat Isrofil dari  arah belakangku, dan tuan dan kekasih kami (yaitu) Nabi Muhammad Saw. Berada di hadapanku. Tongkatnya Nabi Musa di tanganku, maka siapa yang melihatku <span style="text-decoration: underline;">akan gentar</span> x3, cincinnya Nabi Sulaiman ada di lidahku, maka siapa saja yang aku ajak bicara pasti <span style="text-decoration: underline;">akan menuruti kehendakku</span> x3, cahayanya Nabi Yusuf berada di wajahku, maka siapa yang memandangku <span style="text-decoration: underline;">akan mencintaiku</span> x3, dan untukku Allah mengelilingi mereka dari arah belakang , dan Dialah penolong dari musuh-musuhku, ma tidak ada tuhan kecuali Allah Yang Maha Besar lagi Maha mengungguli,  Semoga Allah memberikan kesejahteraan atas tuan kami Muhammad yang Ummi, sang penyingkap kedukaan, dan juga atas keluarganya dan para sahabatnya berupa kerelaan diri-Nya, hiasan singga sana-Nya, keluasan kalimat-kalimat-Nya, dan segala puji bagi Allah, Sang pemelihara seluruh alam ”.</p>
<p>Walaupun hizib  adalah susunan seorang wali mursyid, tetapi sepengetahuan penulis do’a hizib tidak diberikan kepada para murid tarekat. Akan tetapi hizib banyak diamalkan oleh ulama’ ahli ilmu hikmah (ilmu-ilmu ketabiban dan kesaktian yang berdimensi islam). Sementera itu  kebanyakan mursyid kurang sependapat dengan pengamalan hizib (khususnya bagi murid tarekat), karena sehebat-hebatnya hizib tidak berarti jika diperbandingkan dengan Surat al-Fatihah.  Dan juga ada seorang ahli ilmu hikmah yang mengatakan, bahwa khadam (kandungan kekuatan spiritual) semua hizib adalah jin muslim.<strong>            </strong></p>
<p><strong>4). <em>‘Ataqah </em>atau<em> fida’ Akbar</em></strong></p>
<p><em>‘Ataqah </em>atau penebusan diri dilaksanakan dalam rangka membersihkan jiwa dari kotoran atau penyakit-penyakit jiwa.<a title="" href="#_ftn25">75</a>Bahkan cara ini dikerjakan oleh sebagian tarekat sebagai penebus harga surga,<a title="" href="#_ftn26">76</a>atau penebusan pengaruh jiwa yang tidak baik (menghilangkan dorongan emosi dan tabi’at kebinatangan/untuk mematikan nafsu).<a title="" href="#_ftn27">77 </a></p>
<p>Bentuk dan cara ’<em>ataqah</em> ini<em>, </em>adalah seperangkat amalan tertentu yang dilaksanakan dengan serius <em>(mujadah), </em>seperti membaca surat al- ikhlas sebanyak 100.000 kali, atau membaca kalimat tahlil dengan cabangnya sebanyak 70.000 kali, dalam rangka penebusan nafsu amarah atau nafsu-nafsu yang lain. Dalam pelaksanaanya, ‘ataqah dapat dilakukan secara kredit.<a title="" href="#_ftn28">78</a><em>Fida’ </em>atau <em>‘ataqah </em>ini biasanya juga dilaksanakan oleh masyarakat santri di Pulau Jawa, mereka melakukannya untuk orang lain yang sudah meninggal dunia.</p>
<ol>
<li><strong>2.      </strong><strong>Amalam Kolektif atau Jama’ah</strong></li>
</ol>
<p>Amalan umum yang dilaksanakan secara  atau berjama’ah itu misalnya:</p>
<ol>
<li><strong>a.      </strong><strong>Istighatsah</strong></li>
</ol>
<p><strong>            </strong>Istighatsah sebenarnya berarti permohonan atau semakna dengan do’a. Tetapi biasa nya yang dimaksud dengan istighatsah adalah do’a bersama yang tidak mempergunakan kalimat-kalmat do’a secara langsung, tetapi mempergunakan bacaan-bacaan ratib tertentu.<strong><br />
</strong></p>
<p><strong>b. <em>Manaqib</em></strong></p>
<p><em>Manaqib </em>sebenarnya adalah biografi seseorang, tetapi biografi seorang sufi besar atau kekasih Allah <em>(waliyullah) </em>seperti syekh Abd Qadir al-Jilaniy, atau Syekh Bahauddin al-Naqsyabandiy diyakini oleh para pengikut tarekat memiliki kekuatan spiritual <em>(barakah).</em><a title="" href="#_ftn29"><em>79</em></a> Sehingga bacaan <em>Manaqib </em>seringkali dijadikan sebagai amalan,</p>
<p>terutama untuk tujuan terkabulnya hajat-hajat tertentu. Amalan <em>manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jilani </em>bahkan bisa lebih populer dari pada Tarekat Qadiriyah sendiri. Di Pulau Jawa misalnya, Tarekat Qadiriyah tidak banyak dianut oleh masyarakat Islam  pada umumnya, bahkan secara organisasi tarekat ini tidak ada.<a title="" href="#_ftn30">80</a>Akan tetapi pengamal <em>manaqib</em> syekh Abd  al- Qadir sangat besar, bahkan organisasi pengamalnyapun juga sangat besar di pulau ini. Khususnya di wilayah Jawa Timur dengan pusat kota Jember. Begitu juga halnya, masyarakat umum ( kalangan santri maupun abangan), banyak yang mengamalkan <em>manaqib </em>ini, walaupun bukan pengikut tarekat<strong><br />
</strong></p>
<p><strong>c. <em>Ratib</em></strong></p>
<p><em>Ratib </em>adalah seperangkat amalan yang biasanya harus diwiridkan oleh para pengamalnya. Tetapi <em>ratib </em>ini merupakan kumpulan dan beberapa potongan ayat, atau beberapa surat pendek , yang digabung dengan bacaan-bacaan lain, seperti; <em>istighfar, tasbih, shalawat. al-asma’ al-Husna, </em>dan <em>kalimat thayyibah </em>dalam suatu rumusan dan komposisi (jumlah bacaan masing-masing) telah ditentukan dalam suatu paket amalan khusus.<a title="" href="#_ftn31">81</a> <em>Ratib </em>ini biasanya disusun oleh seorang mursyid besar dan diberikan secara ijazah kepada para muridnya. <em>Ratib in</em>i biasanya diamalkan oleh seseorang dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan spititualnya dan <em>wasilah </em>dalam berdo’a untuk kepentingan dan hajat-hajat besarnya.<a title="" href="#_ftn32">82  </a></p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="1">
<li><strong>Informasi tentang  Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Daru Ulil Albab. </strong>Berkisar sekitar;</li>
<ol start="1">
<li>sejarah,</li>
<li>ajaran,</li>
</ol>
</ol>
<ol start="1">
<ol start="3">
<li><strong>kegiatan sekarang</strong>,</li>
</ol>
</ol>
<p>a. Khususiyah senen siang, mulai pk.10.30 s/d 13.30 WIB.</p>
<p>b. Fidaan senen wage.mulai pk.10.00 s/d  14.00 WIB.</p>
<p>c.Mujahadah delapanan. Mulai pk.16.00 s/d 20.00 WIB</p>
<p>d.Manaqiban pitulasan Tiap tanggal 17 hijriah, mulai pk.19.00 s/d 22.30.WIB.</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref1">51</a> Baca A Wahib Mu’thi, <em>op. cit, </em>h. 154</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref2">52</a> Dzikir memang bermanfa’at ganda, di samping ia berfungsi scbagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus untuk membersihkan jiwa, tetapi susah untuk rnengidentifisirnya. mana yang dahulu di antara keduanya.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref3">53</a> Secara kebahasaan, arti <em>muraqabah </em>sendiri  adalah mengintai dan mengawasi dengan penuh perhatian. Lihat <em>A. </em>Warson Munawir, <em>Kamus Arab-lndonesia, </em>Yogyakarta; aI-Munawir. 1984. h.557.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref4">54</a>Muraqabah dalam Tarekat Qadiriyah ada 4 (cmpat) macam, dalam Tarekat Naqsyabandiyah Mujaddidiyah ada  11 (sebelas) macam, dan dalam Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah ada 20 (dua puluh) macam dan tingkatan muraqabah<em>., </em>dan dalam Tarekat Khistiyah terdapat 8 (delapan) jenis muraqabah. Baca. Mir Valiuddin, o<em>p.cit. h. </em>202-2 10., Muslih Abdur Rahman,’u<em>mdat al-Salik fi khair al-Masalik, </em>Purworejo: Syirkah al-Tijariyah fi Ma’had Berjan, T th., h. 138.</p>
</div>
<div>
<p>55Martin Van Bruinessen, <em>Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia</em> , Bandung : Mizan, 1992, h. 83 – 84.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref6">56</a> Tentang, Manfaat dan dasar hukum <em>rabithah </em>baca selengkapnya dalam A. Fuad Said, <em>op. cit. </em>h. 71 – 79 .</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref7">57</a> Baca Abd.Aziz Dahlan, <em>Tasawaf Sunni dan Tasawuf Falsafi: Tinjauan filosofis, </em>Jakarta: Yayasan Paramadina,t.th. h. 125</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref8">58</a> Banyak hadits yang menerangkan tentang<em> fadlilah -fadlilah </em>ibadah sebagai pembersih jiwa dan noda dan dosa.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref9">59</a>Sayid Abi Bakar al-Makky, <em>Kifayat al-Atqiya’  Wa minhaj </em><em>al-Ashfiya’, </em>Surabava: Maktabah Sahabat 1lmu, t.th, h.4</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref10">60</a> Sayid Abi Bakar at-Makky, <em>ibid.,</em>h.<em> </em>10,20.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref11">6</a>1Di antara kelompok tarekat yang hanya melakukan<em> khalwat Qalbiyah, </em>adalah              Tarekat Qadiriyah beserta-cabang-cabangnya.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref12">62</a>Abd  al-Halim Mahmoud, <em>Qadhyat al-Tashawwuf, al-munqidl min al-Dlalal, </em>diteriemahkan oleh Abu Bakar Basemeleh dengan juduI, <em>Hal ihwal Tasawuf</em>. Indonesia: Dar al-lhya’, T.th, h.386</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref13">63</a>1nformasi dan pengamatan langsung dari para pengikut Tarekat Naqsyabandiyah di Nganjuk Jawa Timur.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref14">64</a><em>Tawajjuh </em>dalam kesempatan itu berarti bertemunya (berhadap – hadapan, antara murid dengan mursyidnya). Baca Qawaid, T<em>arekat dan Politik Kasus Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyah di Desa Mranggen Demak Jateng </em>(tesis), Jakarta : PPS – UI, 1993. h.188</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref15">65</a> Demikian yang berlaku di kemursyidan Pare Kediri Jatim</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref16">66</a> Para ahli tarekat khususnya, dan para sufi pada umumnya, berkeyakinan babwa dzikir harus dibai’atkan.Karcna kalau tidak dibai’atkan. maka nilai ibadah amalannya tersebut hanya bernilai sebagai wirid biasa.Wawancara dengan mursyid Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandivah di Jombang (KH.Makky Maksoum). Jombang: 29Juli 1996.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref17">67</a> Depag RI, <em>op.cit</em>.,h.165.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref18">68</a> Kebanyakan tarekat menggunakan semua cara tersebut dan dikemas dalam satu proses sebelum melakukan dzikir secara beruntun. Cara ini juga dilakukan dalam Tarekat Naqsyabandiyah Wawancara dengan Syekh Syihabul Millah ,mursyid Tarekat Naqsyabandiyah di Nganjuk .Jawa Timur, Februari, 1996.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref19">69</a> Tawassul dengan cara <em>lstighraq  te</em>rsebut misalnya dikerjakan dalam Tarekat Qadiriyah di Mandar, Sulawcsi Selatan. Wawancara dengan  Drs.H. Muhammad Ilham  Saleh (mursyid Tarekat Qadiriyah ) ,Ujung Pandang; 2 Maret 1997 . Di samping rnacam-macam bentuk  tersebut di atas, tawassul juga biasa dilakukan secara perkataan (<em>qauli)</em>,model ini biasanya untuk doa dan hajat-hajat tertentu.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref20">70</a> Lihat kitab <em>Dalail al-Khairat, </em>kifab yang memuat banyak hi<em>zib </em>yang disusun oleh Abu Hasan al-Sadzili, mursyid Tarekat Sadziliyah. Lihat . <em>Majmu‘at al-Khairat, </em>Surabaya: Nabhan, T.th.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref21">71</a> Masyhuri,<em> Fenomena Alam </em><em>Jin</em>:<em> </em><em>Pengalam Spiritual Dengan Jin</em>, Solo: CV. Aneka, 1996, h. 7</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref22">72</a> Hizib tersebut adalah <em>hizb al-khafi</em>, ijazah dari KH. Abdullah Umar, <em>Nasyir al-Aurad wa al-Ahzab, </em>di Nganjuk- Jawa Timur</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref23">73</a>Lafazh-lafazh tersebut tidak diketahui secara pasti, tetapi menurut pemberi ijazah hizib ini, kata-kata tersebut termasuk Asma-asma Allah dalam bahasa Siryani. Sementara ada juga yang mengatakan sebagai nama-nama jin.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref24">74</a>QS:Yasin (36):78.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref25">75</a>’A<em>taqah in</em>i sebenarnya juga dzikir. tetapi ia dilaksanaan dengan niat sebagai <em>‘ataqah </em>(tebusan) nafsu tatentu, dan tidak semua tarekat mempergunakan istilah ini. walaupnn mungkin mempraktekan.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref26">76</a>Misalnya Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah. Baca Zarnroji Saerozi, <em>al-Tadzkirat al-Nafi ‘ah Silsilati al-Thariqat al-Qadiriyah wa al- Naqsyabandiyah, </em>jilid II, Pare:T.P. 1 986, h.4.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref27">77</a>Isma’il    ibn M.Sa’id al-Qadiri, <em>al-Fuyudlat al-Rabbaniyah fi mu‘atsiri </em>wa <em>al-A wradi al-Oadiriyah </em>, Kairo: Masyhad al- Husaini, h.15.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref28">78</a>Bacaan surat al-ikhlas tersebut dipergunakan oleh Tarekat Qadinyah Wa Naqsyabandiyah, sedangbn bacaan tahlil dipergunakan oleh Tarekat Qadiriyah. Lihat Zamroji<em>, loc.cit</em>,dan lsma’iI, <em>ibid,</em></p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref29">79</a>Dudung Abdurahman  <em>U</em><em>pacara Manaqiban pada penganut Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, </em>dalam Jurnal Penelitian Agama. No.11/ September-Desernber 1992. Yogyakarta:  BaIai Penelitian P3M. IAIN. Sunan Kalijaga, 1992, h. 49.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref30">80</a>Wawancara dengan H. Jamaluddin, Khalifah Tarekat Qadiriyah di Sulawesi Selatan, Ujung Pandang: 7 Septcmber 1996.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref31">81</a>Lihat misalnya, <em>“Ratib Saman</em>“ yang disusun oleh mursyid Tarekat Samanniyah, Muhammad Ibn Abd  al-Karim al-Quraisyi al-Madaniy al- Samani <em>(m</em>anuskrip), Kode A. 674. Ronkel, 1913. Jakarta: Perpustakaan Nasional, 1913.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref32">82</a> Wawancara dengan pengamal <em>Ratib</em> <em> al-Had dad </em>Drs Ahmad Muhamtnad, Ujung Pandang; 2 November,1997.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metafisika-center.org/amalan-tarekat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

